Example floating
Example floating
Uncategorized

M. Syahab: Ormas Peduli NKRI Sumsel Siap Kawal Program Prabowo-Gibran

7
×

M. Syahab: Ormas Peduli NKRI Sumsel Siap Kawal Program Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini

Ogan Ilir – Dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Organisasi Masyarakat Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sumatera Selatan menyatakan sikap mendukung penuh pelaksanaan program kerja pemerintah di berbagai bidang.

 

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Organisasi Masyarakat Peduli NKRI Sumsel, M. Syahab, pada Jum’at (30/10/2026) di Kantor Organisasi Masyarakat Peduli NKRI Sumsel yang terletak di Ogan Ilir.

 

M. Syahab menegaskan, dukungan yang diberikan merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam mengawal dan menyukseskan program pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, aman dan sejahtera.

 

“Kami dari Organisasi Masyarakat Peduli NKRI Sumsel mendukung penuh program kerja pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka. Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

 

Menurutnya, selama dua tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran, berbagai program strategis telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik di sektor ekonomi, ketahanan nasional, pembangunan sumber daya manusia, hingga kesejahteraan sosial.

 

Ormas Peduli NKRI Sumsel berharap, sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga cita-cita pembangunan nasional dapat tercapai secara merata, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

 

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

 

“NKRI harga mati. Kami siap berada di garda terdepan untuk menjaga keutuhan bangsa dan mendukung program pemerintah untuk rakyat,” pungkasnya. (Fir)

Example 120x600
Puluhan Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai Sumbagtim Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp20,56 Miliar Palembang, 28 Oktober 2026 – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki empat fungsi utama dalam menjaga ketahanan nasional, yaitu sebagai Revenue Collector (Pengumpul Pendapatan Negara), Community Protector (Pelindung Masyarakat), Trade Facilitator (Fasilitator Perdagangan), serta Industrial Assistance (Asistensi Industri). Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur (Bea Cukai Sumbagtim) bersama kantor vertikal di bawahnya kembali mencatat kinerja pengawasan yang signifikan melalui 1.573 kali penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, serta 119 penindakan di bidang narkotika. Pada hari ini, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Palembang melaksanakan pemusnahan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp40.332.305.374,00 (Empat puluh miliar tiga ratus tiga puluh dua juta tiga ratus lima ribu tiga ratus tujuh puluh empat rupiah). Barang yang dimusnahkan tersebut berasal dari 229 Surat Bukti Penindakan (SBP) selama periode 2025–2026. Pemusnahan dilaksanakan secara bertahap sejak 26 Oktober 2026 di halaman Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur dan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang. Barang hasil penindakan tersebut didominasi oleh:  * 22.447.700 batang rokok ilegal  * 9.764 botol (6.894.000 mililiter) minuman beralkohol ilegal  * Tembakau iris (114 kg)  * Rokok elektrik (40 mililiter)  * Kain tekstil (258 meter)  * Pakaian bekas (542 pcs) Dari keseluruhan barang yang dimusnahkan, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp20.564.489.468,00 (Dua puluh miliar lima ratus enam puluh empat juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu empat ratus enam puluh delapan rupiah). Capaian ini mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dan industri dalam negeri dari dampak peredaran barang yang tidak memenuhi ketentuan. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur, Agus Sudarmadi, menegaskan bahwa penindakan dan pemusnahan barang ilegal bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. > “Melalui pengawasan yang konsisten dan sinergi dengan berbagai pihak, kami berkomitmen untuk menekan peredaran barang ilegal, melindungi masyarakat, dan menciptakan iklim usaha yang adil bagi pelaku usaha yang patuh,” ujar Agus. >  Pemusnahan di fasilitas PSEL Kota Palembang juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan barang secara bertanggung jawab. Barang yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan dan tidak dapat dilelang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, sehingga memberikan nilai tambah dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Selain melalui penindakan dan pemusnahan barang ilegal, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur bersama KPPBC TMP B Palembang turut berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui mekanisme Ultimum Remedium. Melalui mekanisme penyelesaian berupa pembayaran denda administrasi ini, penerimaan negara yang berhasil dihimpun mencapai Rp4.501.995.000,00 (Empat miliar lima ratus satu juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Bea Cukai dalam mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus mendorong kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai. Bea Cukai mengajak masyarakat untuk turut mendukung pemberantasan peredaran barang ilegal dengan mematuhi ketentuan kepabeanan dan cukai serta tidak membeli atau mengedarkan barang ilegal. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan perdagangan yang tertib, adil, dan berkelanjutan.
Uncategorized

Palembang, 28 Oktober 2026 – Direktorat Jenderal Bea…