Example floating
Example floating
Pendidikan

Disdik Sumsel Gandeng PalComTech, AI Mulai Masuk Ruang Kelas Lewat Tangan Guru

2
×

Disdik Sumsel Gandeng PalComTech, AI Mulai Masuk Ruang Kelas Lewat Tangan Guru

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, buserpos9.com – Transformasi digital di dunia pendidikan Sumatera Selatan mulai menunjukkan langkah nyata. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan tidak hanya mendorong guru mengenal kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), tetapi juga memastikan teknologi tersebut dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dengan Institut PalComTech Palembang yang dirangkaikan dengan Expo Hasil Workshop Coding dan Artificial Intelligence (AI), Rabu.

Expo tersebut menjadi puncak dari pelatihan yang diikuti sekitar 100 guru SMA dan SMK dari 53 sekolah di Sumatera Selatan. Selama mengikuti workshop, para guru dibekali kemampuan coding, prompt engineering, pemanfaatan AI, hingga dasar-dasar pemrograman sebelum akhirnya menghasilkan berbagai inovasi berbasis teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mengatakan hasil pelatihan membuktikan bahwa AI bukan sekadar teknologi masa depan, melainkan sudah dapat dimanfaatkan sebagai solusi nyata untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, berbagai karya yang dipamerkan memperlihatkan luasnya penerapan AI dalam dunia pendidikan. Mulai dari media pembelajaran interaktif, pembuatan film edukasi, sistem absensi digital, daftar hadir otomatis, hingga aplikasi yang mampu membantu memetakan minat dan bakat peserta didik.

Bahkan, terdapat inovasi berbasis pengenalan wajah (face recognition) yang dapat mendeteksi ekspresi pengguna, sehingga berpotensi menjadi salah satu pendukung dalam memahami kondisi emosional siswa saat proses belajar berlangsung.

“Kita melihat ternyata AI memiliki banyak sekali manfaat. Mulai dari media pembelajaran, pembuatan film, sistem absensi, daftar hadir, hingga berbagai aplikasi lain yang sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan. Bahkan ada teknologi yang mampu mengenali ekspresi seseorang apakah sedang bahagia atau sedih,” ujar Mondyaboni usai mengunjungi seluruh stan pameran.

Ia mengungkapkan, lebih dari 20 karya hasil pelatihan dipamerkan dalam expo tersebut. Seluruh inovasi itu menjadi bukti bahwa para guru mampu menghasilkan produk teknologi yang dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah.

Mondyaboni memberikan apresiasi kepada Institut PalComTech yang dinilai berhasil menghadirkan pelatihan berbasis praktik sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghasilkan karya nyata.

“Terima kasih kepada PalComTech. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkelanjutan karena hari ini kami juga telah menandatangani MoU sebagai bentuk kerja sama resmi dalam peningkatan kompetensi guru di Sumatera Selatan,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan yang baru diikuti sekitar 100 guru tersebut menjadi langkah awal. Ke depan, Dinas Pendidikan Sumsel menargetkan semakin banyak guru memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence, agar transformasi digital dapat dirasakan merata di seluruh sekolah.

“Kami ingin lebih banyak lagi guru mendapatkan pelatihan yang bermanfaat sehingga kompetensi mereka di bidang teknologi, khususnya AI, terus meningkat dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Institut PalComTech, Adelin, S.T., M.Kom., menjelaskan expo sengaja digelar sebagai bentuk implementasi dari konsep Outcome Learning Education, yaitu pembelajaran yang menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar penyampaian materi.

Menurutnya, seluruh peserta didorong untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan di sekolah maupun masyarakat.

“Hari ini merupakan puncak kegiatan, yaitu pameran hasil karya guru dari workshop coding dan AI. Kami ingin setiap pembelajaran menghasilkan outcome yang memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Dalam expo tersebut dipamerkan sekitar 26 karya guru yang mencakup sistem pengelolaan sampah pintar, aplikasi absensi digital, teknologi face recognition, chatbot pendidikan, hingga berbagai solusi berbasis AI lainnya. Selain itu, PalComTech juga menampilkan sekitar 18 karya mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi pengembangan inovasi teknologi.

Adelin menilai seluruh karya yang ditampilkan memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi solusi yang benar-benar digunakan di sekolah.

“Program-program yang dipamerkan sudah sangat baik. Tinggal dilakukan sedikit penyempurnaan agar benar-benar siap digunakan. Harapan kami, karya-karya ini tidak berhenti sebagai proyek pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan di sekolah masing-masing,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan berharap lahir semakin banyak guru yang tidak hanya mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga menjadi inovator yang menciptakan solusi digital sesuai kebutuhan pendidikan di era transformasi teknologi.

Penulis: Firdaus Editor: Deva
Example 120x600