PALEMBANG, buserpos9.com — Pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Gebyar PAUD dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026) di Kota Palembang.
Kegiatan yang dibuka Bunda PAUD Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, S.Ag., tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi anak-anak PAUD, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya.
Keceriaan anak-anak dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendidikan pada usia dini tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Bermain, berekspresi, berinteraksi dan menunjukkan kreativitas merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anak.
Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Andalusia, S.Pd., M.M., mengatakan pendidikan pada jenjang PAUD memiliki posisi strategis karena menjadi tahap awal dalam membangun berbagai kemampuan dasar anak.
“PAUD bukan hanya tentang bagaimana anak bisa membaca atau berhitung. Yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri dan bagaimana anak belajar berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Andalusia.
Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan juga harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing anak.
Karena itu, ia mendorong agar satuan PAUD terus menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan tidak memberikan tekanan kepada anak.
“Anak-anak harus merasa senang ketika datang ke sekolah. Dari rasa nyaman dan bahagia itu, mereka akan lebih mudah mengeksplorasi kemampuan serta mengembangkan kreativitasnya,” katanya.
Andalusia juga menilai dukungan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan pendidikan anak usia dini. Pendidikan yang diberikan di sekolah perlu diperkuat dengan pola pengasuhan dan pendampingan yang baik di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H. M. Affan Prapanca, M.T., IPM., menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak anak berada pada usia dini.
“Kalau kita ingin menyiapkan generasi yang berkualitas, maka fondasinya harus dibangun sejak dini. Anak-anak perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang aman, perhatian dan kasih sayang,” tegas Affan.
Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang benar-benar ramah terhadap anak.
Menurut Affan, peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana lingkungan pendidikan telah memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh.
“Jangan sampai kita hanya mengejar kemampuan akademik. Anak juga harus memiliki karakter, keberanian, kreativitas, kepedulian dan kemampuan bersosialisasi. Inilah yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.
Affan berharap momentum Gebyar PAUD dapat memperkuat komitmen seluruh pihak untuk menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai prioritas.
Ia menambahkan, investasi terbesar untuk masa depan Kota Palembang bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif dan memiliki karakter kuat.
“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan Palembang. Maka tugas kita sekarang adalah memastikan mereka mendapatkan fondasi yang kuat untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.
Melalui Gebyar PAUD HAN 2026, semangat membangun pendidikan yang ramah anak diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi terus diwujudkan dalam proses pendidikan sehari-hari di seluruh satuan PAUD di Kota Palembang.



















