PALEMBANG — SDN 109 Palembang resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang dimulai pada Senin, 6 Juli 2026 ini dirancang sebagai langkah awal untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta membangun komitmen bersama orang tua siswa sejak hari pertama.
Kepala SDN 109 Palembang, Hj. Ruzki Machfuzo Maryati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran ini, pihak sekolah secara resmi menerima 4 Rombongan Belajar (Rombel), mulai dari Kelas A hingga Kelas D.
“Alhamdulillah, proses penerimaan melalui sistem aplikasi berjalan dengan lancar tanpa kendala. Tahun ini kita menerima 4 rombel dengan kapasitas 29 anak per kelas. Semua calon siswa yang mendaftar terserap dengan baik ke dalam sistem,” ujar Hj. Ruzki saat diwawancarai di lingkungan sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa dari segi regulasi usia, seluruh siswa baru telah memenuhi syarat. “Semua siswa yang diterima berusia di atas enam tahun, tidak ada yang di bawah itu. Memang jika dibanding tahun lalu, hampir di seluruh sekolah ada kecenderungan penurunan jumlah siswa, termasuk di SDN 109 ini. Namun, kuota kita tetap berada di zona aman dengan total 4 rombel, ditambah sekitar dua siswa pindahan dari sekolah lain karena kapasitas sekolah asal mereka penuh,” jelasnya.
Mengenal Sarpras dan Membangun Disiplin Sejak Dini
Selama pelaksanaan MPLS yang dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, para siswa baru diajak untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Pihak sekolah mengenalkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, mulai dari jajaran guru, staf administrasi, hingga petugas keamanan dan office boy (OB).
Selain itu, para siswa juga diajak langsung melihat sarana dan prasarana (sarpras) penunjang belajar, seperti mushola, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, hingga ruang multimedia. Tidak kalah penting, pengenalan aturan sekolah dan penanaman disiplin sudah mulai ditanamkan sejak pembukaan.
MoU dengan Wali Murid: Tegaskan Bebas Intervensi dan Larangan Perundungan
Bersamaan dengan momentum pembukaan MPLS ini, pihak sekolah juga langsung menggelar pertemuan khusus dengan para wali murid untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait tata tertib sekolah. Langkah cepat ini diambil untuk menyamakan persepsi dan mencegah miskomunikasi sejak awal tahun ajaran.
Ada beberapa poin krusial yang ditekankan dalam tata tertib tersebut, antara lain:
1. Aturan Seragam Sekolah: Sekolah menegaskan tidak mewajibkan atau memfasilitasi penjualan seragam. Pihak sekolah bahkan memasang banner besar ukuran 3×5 meter di depan sekolah sebagai bentuk transparansi. Namun, sekolah tetap mengakomodasi jika ada wali murid yang secara mandiri menitipkan komitmen untuk difasilitasi pembelian bersama.
2. Larangan Bullying (Perundungan): Sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan ramah anak yang bebas dari tindakan perundungan.
3. Pembatasan Gawai (HP): Siswa dilarang membawa HP ke sekolah, kecuali atas izin guru atau jika diperlukan dalam proses pembelajaran.
4. Disiplin dan Kebersihan: Wali murid sepakat mendukung program gotong royong, piket kebersihan, serta memberikan ruang bagi guru untuk menegur siswa secara edukatif jika melanggar aturan.
“Kami ingin proses pembelajaran berjalan nyaman tanpa adanya intervensi dari luar yang tidak sesuai aturan. Cukuplah pengalaman lalu-lalu yang menjadi pelajaran, seperti orang tua ikut campur soal rebutan tempat duduk anak atau memaksakan kehendak memilih wali kelas tertentu. Hari ini, lewat kesepakatan bersama, semua wali murid menyatakan setuju,” tegas Hj. Ruzki.
Tumbuh Bersama Menjadi Hebat dan Berakhlak Mulia
Tahun ini, SDN 109 Palembang mengusung tema MPLS yang sarat makna: “Ayo Tumbuh Bersama Menjadi Hebat dan Berakhlak Mulia. Kenali Diri, Kenali Teman, Cinta Sekolah, Raih Prestasi, Berakhlak Mulia.”
Menutup penjelasannya, Hj. Ruzki memberikan pesan mendalam kepada seluruh wali murid untuk selalu mengedepankan jalur musyawarah jika menghadapi kendala selama anak mereka menempuh pendidikan di SDN 109 Palembang.
“Mari kita saling bekerja sama agar anak-anak kita mampu meraih prestasi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Harapan kami, jika nanti ada permasalahan di sekolah, selesaikan dulu dengan pihak sekolah. Saya yakin, segala sesuatu yang dimusyawarahkan dengan baik pasti akan ada jalan keluarnya secara internal, sebelum kita melibatkan pihak luar,” pungkasnya. (Firdaus)





















