PALEMBANG — SMA Negeri 14 Palembang terus memaksimalkan berbagai persiapan bagi siswa kelas 12 dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Langkah ini dilakukan untuk memastikan para siswa terbiasa dan siap, baik dari segi mental maupun akademik, saat menghadapi ujian yang sesungguhnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 14 Palembang, Hefrin Noviandi, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah telah menyediakan fasilitas dan skema khusus untuk mendukung kelancaran persiapan ini. Pihak sekolah menyiapkan tiga ruang kelas yang digunakan secara bergantian dalam tiga sesi pelaksanaan.
“Kami sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi TKA. Ada tiga lokal yang digunakan secara bergantian dalam tiga sesi. Jadi, anak-anak memang wajib datang ke sekolah sesuai jadwal untuk mempersiapkan diri,” ujar Hefrin.
Persiapan tersebut meliputi pelaksanaan try out (TO) berkala, bimbingan belajar (bimbel) tambahan di luar jam belajar, hingga kerja sama dengan pihak luar. Setiap TO diposisikan sebagai simulasi hari H guna mengikis rasa canggung siswa terhadap sistem dan suasana ujian.
Meski persiapan berjalan baik, Hefrin tidak menampik adanya kendala teknis maupun psikologis yang dialami siswa, seperti rasa canggung atau mendadak bingung (blank) saat mengerjakan soal. Oleh karena itu, sekolah terus memberikan motivasi dan mendorong siswa untuk memaksimalkan potensi diri.
Pihak sekolah juga mewajibkan seluruh siswa kelas 12 untuk mengikuti TKA, termasuk bagi mereka yang belum berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. TKA dinilai memiliki peran strategis sebagai standar kompetensi yang berguna untuk peluang masa depan.
“Walaupun ada siswa yang merasa belum ingin kuliah, kami tetap memberikan pemahaman bahwa kita tidak pernah tahu rezeki dan kesempatan ke depan. TKA ini penting sebagai syarat melanjutkan pendidikan sekaligus mengukur standar kompetensi yang berguna saat mereka bekerja nanti,” tambahnya.
Melalui persiapan yang matang ini, SMA Negeri 14 Palembang berharap dapat mempertahankan tren peningkatan jumlah lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar akibat Kabut Asap
Di sisi lain, kondisi cuaca dan kabut asap yang makin menebal—khususnya di kawasan Kenten—turut memengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM). Menanggapi kondisi tersebut, SMA Negeri 14 Palembang mengambil langkah adaptif demi menjaga kesehatan seluruh warga sekolah.
Untuk siswa kelas 10 dan 11, pembelajaran dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan durasi jam pelajaran yang dikurangi dari standar normal 45 menit per jam pelajaran.
“Kawasan Kenten ini kabut asapnya makin menebal dan cuaca tidak menentu. Kami berusaha tetap bersemangat, tetapi kesehatan tetap menjadi yang utama. Kami menyesuaikan durasi KBM dan skema belajar sesuai kondisi,” jelas Hefrin.
Kendati dihadapkan pada tantangan cuaca, manajemen sekolah optimistis seluruh rangkaian proses belajar dan persiapan ujian dapat berjalan optimal. Sekolah fokus pada pemaksimalan proses agar para siswa mampu meraih hasil terbaik. (Fir)


















