Example floating
Example floating
Uncategorized

Meski Terkepung Kabut Asap, MAN 2 Palembang Sukses Gelar Gladi TKA: Jadikan Tolok Ukur Transparansi Nilai SNBP

2
×

Meski Terkepung Kabut Asap, MAN 2 Palembang Sukses Gelar Gladi TKA: Jadikan Tolok Ukur Transparansi Nilai SNBP

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG – Di tengah kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak kabut asap yang melanda Kota Palembang, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang tetap sukses menyelenggarakan Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pelaksanaan simulasi ini menjadi langkah strategis madrasah dalam mempersiapkan siswanya menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus menjadi ajang pembuktian kualitas akademik siswa.

Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum MAN 2 Palembang, Bunyamin, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Gladi TKA berjalan lancar meskipun harus disiasati dengan sistem bergelombang karena keterbatasan fasilitas.

“Alhamdulillah lancar. Unit komputer kita ada 50, sementara jumlah siswa kelas 12 hampir mencapai 300 orang. Jadi, pelaksanaannya kita bagi menjadi dua gelombang,” ujar Bunyamin saat diwawancarai.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa dalam satu gelombang terdapat tiga sesi, di mana satu sesi berlangsung selama empat hari. Dengan demikian, total pelaksanaan memakan waktu delapan hari. Saat ini, MAN 2 Palembang baru merampungkan gelombang pertama, sedangkan gelombang kedua dan pelaksanaan tes utama dijadwalkan akan bergulir hingga akhir Oktober mendatang.

Tingkat partisipasi siswa pun sangat tinggi. Tercatat hanya dua orang siswa yang absen karena alasan tertentu, lengkap dengan surat pernyataan resmi. Bunyamin menegaskan bahwa pihak sekolah memberlakukan gladi ini dengan sangat serius, layaknya tes sesungguhnya.

“Penerapannya benar-benar dibuat serius. Tidak ada siswa yang asal mengerjakan lalu selesai dalam 10 atau 15 menit. Tujuannya agar saat hari-H pelaksanaan, siswa tidak kaget lagi,” tegasnya.

Kendala Keterlambatan di Tengah PJJ

Meski secara teknis perangkat tidak mengalami gangguan, Bunyamin mengakui ada sedikit kendala kedisiplinan waktu. Hal ini dimaklumi lantaran siswa saat ini sedang menjalani PJJ di rumah akibat kabut asap, namun harus tetap hadir ke sekolah khusus untuk mengikuti Gladi TKA.

“Kendalanya lebih ke waktu kehadiran. Karena mereka terbiasa PJJ, saat diwajibkan datang jam 7 pagi, ada sebagian yang baru tiba lewat dari jam tersebut. Beda ceritanya jika mereka aktif belajar normal di sekolah,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan PJJ sendiri, MAN 2 Palembang tidak menemui hambatan berarti. Pengalaman saat pandemi COVID-19 membuat para guru dan siswa sudah terbiasa menggunakan platform digital seperti Google Meet, Zoom, maupun WhatsApp Group. Pihak sekolah juga mengimbau agar siswa tetap disiplin mengikuti jam pelajaran dari rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menghindari paparan kabut asap.

TKA Sebagai Penyeimbang Ketatnya Nilai Rapor MAN 2

Di sisi lain, Bunyamin menyoroti pentingnya TKA sebagai tolok ukur yang lebih objektif dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Selama ini, MAN 2 Palembang dikenal menerapkan standar penilaian rapor yang sangat ketat dan murni sesuai kemampuan siswa, tanpa adanya manipulasi (mark-up) nilai.

“Tahun kemarin, siswa peringkat satu dari 100 orang yang eligible SNBP itu nilai tertingginya rata-rata 90. Sementara kita lihat di sekolah lain, ada yang nilainya mencapai 97 atau 98. Tentu saat diseleksi di universitas, nilai 97 yang akan lebih dilirik,” ungkap Bunyamin.

Oleh karena itu, pihak MAN 2 Palembang menyambut baik adanya instrumen TKA ini. TKA diharapkan dapat menjadi instrumen pembanding (kalibrasi) yang membuktikan keaslian nilai siswa.

“Dengan adanya TKA, universitas bisa membandingkan. Kalau nilai rapor dari sekolahnya 95, tapi hasil TKA-nya anjlok, tentu bisa dinilai kewajarannya. Harapan kami, nilai rapor siswa MAN 2 yang murni ini bisa seimbang dan dibuktikan melalui hasil TKA yang tinggi,” paparnya.

Untuk tahun akademik ini, MAN 2 Palembang menargetkan peningkatan persentase kelulusan jalur SNBP. Berbagai upaya telah dilakukan sekolah, mulai dari Try Out (TO) hingga pemfokusan pelatihan TKA oleh para guru.

“Tahun lalu, dari 100 siswa eligible, yang lulus SNBP sekitar 28 persen, dan Alhamdulillah ada yang tembus hingga ke Universitas Padjadjaran (Unpad) dan kampus di luar daerah lainnya. Tahun ini, target kita minimal bisa menyentuh angka 30 persen,” pungkasnya optimistis. (Fir)

Example 120x600