PALEMBANG – SMAN 14 Palembang menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Pada tahun ini, jumlah kuota yang disediakan disesuaikan secara berimbang dengan jumlah siswa yang baru saja menyelesaikan masa pendidikan di sekolah tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 14 Palembang, Hefrin Noviandi, S.Pd, menjelaskan bahwa daya tampung sekolah tetap dijaga agar kualitas belajar tetap optimal sesuai dengan infrastruktur yang ada.
“Kami menerima sesuai dengan jumlah siswa yang tamat, yaitu 10 rombongan belajar (rombel). Dengan standar 36 siswa per kelas, maka total kuota yang kami siapkan kurang lebih 390 siswa,” ungkap Hefrin saat memberikan keterangan resmi.
Prioritas Jalur Domisili dan Sosialisasi Masif
Dalam pelaksanaan tahun ini, Jalur Domisili SMAN 14 Palembang mencakup wilayah prioritas di dua kecamatan utama, yakni Kecamatan Sako dan Kecamatan Talang Kelapa. Hefrin menekankan pentingnya kelengkapan administrasi bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan jalur ini.
“Sosialisasi sudah kami sebar secara luas ke SMP-SMP, kelurahan, hingga tingkat RT. Kami mengingatkan bahwa untuk Jalur Domisili, syarat utamanya adalah Kartu Keluarga (KK) yang sudah menetap minimal satu tahun. Jika pendaftar di jalur ini melebihi kuota, maka akan dilakukan seleksi tambahan berdasarkan nilai rapor,” tambahnya.
Pembagian kuota sendiri akan dilakukan secara proporsional melalui empat gerbang masuk: Domisili, Afirmasi, Mutasi (Perpindahan Orang Tua), dan Prestasi.
Pemanfaatan Teknologi Barcode Informasi
Guna memudahkan wali murid dalam mengakses data, SMAN 14 Palembang menerapkan sistem informasi berbasis digital. Di lingkungan sekolah, panitia telah menyediakan barcode yang dapat dipindai langsung untuk melihat profil sekolah, alur pendaftaran, hingga memantau kondisi pendaftaran.
“Penggunaan online sekarang lebih praktis. Orang tua cukup memindai barcode yang tersedia. Namun, untuk mengantisipasi kendala server saat pendaftaran serentak, kami juga tetap menyediakan informasi fisik yang ditempel di Majalah Dinding (Mading) sekolah,” jelas Hefrin.
Imbauan Penting: Disiplin Daftar Ulang
Pihak sekolah memberikan peringatan keras kepada wali murid agar tidak lalai terhadap jadwal yang telah ditentukan, terutama pada masa daftar ulang. Kelalaian dalam melakukan daftar ulang dianggap sebagai bentuk pengunduran diri secara mandiri.
“Kami imbau agar orang tua benar-benar memperhatikan tanggal penting. Jangan sampai lupa atau lalai untuk daftar ulang, karena itu konsekuensi masing-masing. Berdasarkan jadwal, pengumuman untuk Jalur Domisili dan Afirmasi dijadwalkan pada 6 Juni 2026, yang kemudian akan disambung dengan pendaftaran jalur prestasi,” tegasnya.
Bagi calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan kuota, Hefrin berharap para orang tua dapat mulai mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif agar pendidikan anak tetap berlanjut.
Firdaus

















