PALEMBANG – Kabar miring mengenai dugaan pungutan berkedok sumbangan di MTsN 1 Palembang akhirnya memicu reaksi keras dari pihak sekolah. Kepala Madrasah (Kamad) MTsN 1 Palembang, Listya Yustikarini, S.Pd., M.Pd, angkat bicara secara blak-blakan guna menanggapi laporan narasumber yang mulai meresahkan publik.
Dalam keterangan resminya melalui pesan singkat dan sambungan telepon WhatsApp, Listya menegaskan bahwa dirinya tidak ingin bola panas ini terus liar tanpa kejelasan. Ia memberikan pembelaan menohok terkait prosedur pengambilan keputusan di lingkungan madrasah yang dipimpinnya.
Sudah Kesepakatan Bersama
Listya menyatakan bahwa urusan sumbangan tersebut bukanlah keputusan sepihak yang muncul dari “ruang gelap”. Menurutnya, segala bentuk sumbangan telah melalui mekanisme rapat yang sah antara Pengurus Komite dan Wali Murid.
“Sudah dirapatkan antara Pengurus Komite dengan Wali Murid,” tegas Listya singkat namun padat, mengisyaratkan bahwa transparansi telah dilakukan sejak awal.
Lempar Bola ke Ketua Komite
Menariknya, Listya tampak enggan terseret lebih jauh ke dalam pusaran teknis anggaran sumbangan tersebut. Secara tegas, ia mengarahkan pihak-pihak yang keberatan atau ingin menggali informasi lebih dalam untuk langsung “menyerang” sumber kebijakan utamanya.
“Silakan konfirmasi dengan Ketua Komite, AFIFUDIN BATUBARA SH, MH.CIL,” ungkapnya. Langkah ini seolah mempertegas adanya garis pembatas yang jelas antara kebijakan sekolah dan wewenang komite.
Posisi Sekolah: Hanya “User” Program
Sebagai pimpinan tertinggi di MTsN 1 Palembang, Listya memposisikan dirinya hanya sebagai pihak yang memaparkan kebutuhan institusi demi kemajuan pendidikan siswa.
- Tugas Kamad: Menyampaikan program-program yang diperlukan sekolah.
- Target: Pelaksanaan program-program strategis di masa depan.
- Eksekusi: Menjadi ranah komite dan wali murid untuk menyepakati cara pemenuhannya.
“Kami sebagai Kamad hanya menyampaikan program-program yang diperlukan dan akan dilaksanakan di sekolah kedepannya,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.
Editorial ; Firdaus Buserpos9

















