PALEMBANG — Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, Kota Palembang kembali menjadi tuan rumah bagi program pertukaran pelajar internasional yang difasilitasi oleh Bina Antarbudaya Chapter Palembang. Dua pelajar mancanegara asal Italia dan Jepang resmi memulai perjalanan edukasi dan kebudayaan mereka di dua sekolah unggulan Palembang selama kurang lebih 10 bulan.
Para siswa pertukaran pelajar tersebut adalah Mattia Agnola asal Italia yang menempuh pendidikan di SMA Negeri 5 Palembang, serta Teta Yosuya asal Jepang yang belajar di SMA Kusuma Bangsa (Kumbang).
Komitmen Pendidikan Berwawasan Global
Terpilihnya SMAN 5 Palembang dan SMA Kusuma Bangsa sebagai host school (sekolah penerima) didasari oleh komitmen sekolah yang tinggi terhadap pengembangan wawasan internasional serta personal branding yang kuat. Bagi SMAN 5 Palembang, ini merupakan tahun kedua dipercaya menjadi tempat belajar budaya dan bahasa bagi siswa asing, setelah sukses menjadi sekolah penerima bagi siswa asal Italia bernama Giordano pada periode sebelumnya.
Kepala SMAN 5 Palembang yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Bina Antarbudaya Chapter Palembang, Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M., menyampaikan bahwa kehadiran siswa pertukaran pelajar ini sejalan dengan visi sekolah yang berwawasan global.
> “Kehadiran siswa pertukaran pelajar ini sejalan dengan visi SMA Negeri 5 Palembang yang berwawasan global. Kami berusaha memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid-murid untuk berinteraksi secara internasional. Kehadiran Mattia menjadi inspirasi dan motivasi nyata tentang semangat belajar—bagaimana seorang anak berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan keluarganya di Eropa demi mempelajari budaya serta bahasa Indonesia,” ungkap Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M.
Adaptasi Budaya dan Bahasa Intensif
Mattia Agnola telah bergabung di kelas 11.8 (peminatan IPS/Sosiologi) SMAN 5 Palembang sejak pekan lalu. Pilihan peminatan ini diambil sesuai ketertarikannya pada ilmu sejarah dan sosiologi. Sejak awal kedatangannya, Mattia menunjukkan antusiasme tinggi terhadap budaya Nusantara, termasuk mempelajari norma kesopanan lokal dan kata-kata dasar dalam bahasa Indonesia.
Untuk menunjang proses komunikasi harian, Bina Antarbudaya Chapter Palembang menyiapkan program pembekalan bahasa Indonesia secara intensif (drill) selama tiga bulan pertama. Kehadiran Mattia dan Teta disambut hangat oleh para siswa dan guru, sekaligus menjadi dorongan positif bagi seluruh warga sekolah untuk aktif berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta memperluas perspektif global.
Tentang Bina Antarbudaya Chapter Palembang
Bina Antarbudaya merupakan yayasan nirlaba mitra AFS Intercultural Programs di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Berdiri selama lebih dari 80 tahun di Indonesia, organisasi ini mengelola 20 chapter regional.
Bina Antarbudaya Chapter Palembang didirikan pada tahun 2005 atas kerja sama Kantor Nasional dengan SMAN 17 Palembang (saat itu dipimpin Dra. Mien Sukasmi). Saat ini kepengurusan diketuai oleh Bapak Armani (Guru Bahasa Inggris SMAN 17 Palembang) dan Ketua Harian Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M. (Kepala SMAN 5 Palembang). (Fir)




















