PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi menyampaikan Commander Wish 2026 sebagai panduan strategis bagi seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan. Langkah ini merupakan manifesto transformasi menuju Polri yang Presisi dan adaptif dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Penyampaian program prioritas ini menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) adalah fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan.
Dukungan Penuh Program Strategis Pemerintah
Fokus utama Kapolda Sumsel dalam kebijakan tahun 2026 ini mencakup pengawalan ketat terhadap kedaulatan pangan dan dukungan terhadap program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa personel kepolisian diinstruksikan untuk terjun langsung memastikan kelancaran rantai pasok.
> “Kapolda menginstruksikan penguatan deteksi dini untuk mencegah praktik penimbunan bahan pokok. Selain itu, kami berkomitmen mengawal standar higiene dan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis demi melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang.
>
Pemberantasan Kejahatan dan Penegakan Hukum Humanis
Selain aspek ekonomi, Polda Sumsel menegaskan perang total terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya:
* Judi Online: Pemutusan rantai aktivitas hingga ke akar-akarnya.
* Penyalahgunaan Narkoba: Penindakan tegas tanpa pandang bulu.
* Keadilan Prosedural: Penegakan hukum yang terukur dengan tetap mengedepankan restorative justice pada kasus-kasus tertentu.
Sinergitas dan Pengawalan Investasi
Menghadapi tahun 2026, sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah semakin diperkuat untuk mengamankan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumsel, seperti New Palembang Port dan Kawasan Industri Tanjung Enim. Sinergitas ini juga mencakup kesiapsiagaan tanggap bencana alam yang menjadi karakteristik kerawanan wilayah setempat.
Integritas dan Digitalisasi Layanan
Kombes Pol Nandang menambahkan bahwa profesionalisme personel tetap menjadi perhatian utama dengan kebijakan Zero Tolerance terhadap pelanggaran internal.
“Tidak ada kompromi bagi praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang. Kami fokus pada pelayanan publik yang transparan dan akuntabel melalui penguatan sistem digitalisasi,” tegasnya.
Seluruh jajaran Polda Sumsel diharapkan bekerja dengan prinsip Kerja Keras, Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas guna memuliakan profesi kepolisian dan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat. (Firdaus)



















