Example floating
Example floating
Uncategorized

Tingkatkan Capaian Literasi dan Numerasi Siswa, SD Negeri 245 Palembang Luncurkan Inovasi Pembelajaran “SIKAT” Berbasis Balapan Edukatif

2
×

Tingkatkan Capaian Literasi dan Numerasi Siswa, SD Negeri 245 Palembang Luncurkan Inovasi Pembelajaran “SIKAT” Berbasis Balapan Edukatif

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, Maret 2026 – Guna memperkuat fondasi kompetensi dasar peserta didik serta menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan sesuai indikator Rapor Pendidikan, SD Negeri 245 Palembang resmi meluncurkan terobosan pembelajaran inovatif bernama SIKAT (Sirkuit Asah Otak). Inovasi non-digital berbasis balapan edukatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi siswa kelas awal secara aktif, kontekstual, dan menyenangkan.

Inovasi SIKAT diinisiasi oleh Sri Hartini, M.Pd. (NIP. 197906192022212007) sebagai solusi atas tantangan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi yang sempat menjadi perhatian di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan SD Negeri 245 Palembang, capaian numerasi pada tahun 2022 berada dalam kategori kuning, sementara indikator literasi sempat mengalami penurunan pada tahun 2023. Pembelajaran konvensional yang didominasi metode ceramah diakui membuat peserta didik mudah merasa bosan dan kurang termotivasi.

 

Mengubah Kebiasaan Main Game Menjadi Balapan Edukatif

Melihat kecenderungan peserta didik yang menyukai aktivitas fisik, permainan, serta dinamika game online, inovasi SIKAT hadir memindahkan antusiasme tersebut ke dalam bentuk balapan edukatif di papan sirkuit fisik (papan tulis maupun banner sirkuit).

 

Mekanisme Pembelajaran Sirkuit Asah Otak (SIKAT):

  1. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan memilih warna mobil balapnya.
  2. Guru memberikan pertanyaan pemantik (literasi, numerasi, maupun pengetahuan umum).
  3. Kelompok yang berhasil menjawab dengan cepat dan benar mendapat kesempatan mengocok dadu.
  4. Mobil balap kelompok akan melaju di lintasan bernomor 1 hingga 100 sesuai angka dadu hingga mencapai garis finish

“Sirkuit Asah Otak ini sederhana namun terbukti membuat anak-anak sangat antusias. Melalui simulasi balapan ini, anak-anak belajar numerasi secara langsung – mulai dari mengenal angka 1–100, berhitung penjumlahan dan pengurangan, hingga melatih kemampuan literasi membaca dan bernalar kritis tanpa merasa sedang digurui,”* ujar inovator SIKAT, **Sri Hartini, M.Pd.

 

Landasan Hukum dan Dukungan Kebijakan

Penerapan SIKAT memiliki dasar hukum yang kuat dan selaras dengan regulasi nasional terbaru, di antaranya:

* UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

* PP No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

* PP No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

* Permendikdasmen No. 9 Tahun 2026 tentang Asesmen Nasional & pengukuran capaian akademik (AKM/TKA).

* Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Dasar yang menekankan deep learning dan penguatan numerasi sejak dini.

 

Dampak dan Keunggulan Inovasi

Setelah melalui tahapan uji coba pada Januari 2026 dan implementasi penuh pada Maret 2026, SIKAT terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Selain meningkatkan hasil belajar dan daya ingat jangka panjang siswa, metode ini memperkuat keterlibatan aktif, melatih sportivitas, kesabaran, serta rasa percaya diri peserta didik dalam menjawab pertanyaan.

“Inovasi ini berbiaya sangat murah namun berdampak luas. SIKAT dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Pembelajaran kini tidak lagi monoton, melainkan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para siswa,” tambah Sri Hartini.

Dengan hadirnya SIKAT, SD Negeri 245 Palembang optimistis dapat meningkatkan kualitas capaian Rapor Pendidikan serta mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara optimal. (Fir)

Example 120x600