Example floating
Example floating
Uncategorized

SMKN 2 Palembang Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Lahan Sekolah, Panen Perdana Cabai dan Terong

15
×

SMKN 2 Palembang Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Lahan Sekolah, Panen Perdana Cabai dan Terong

Sebarkan artikel ini

Palembang — Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya menumbuhkan kemandirian dan kepedulian siswa terhadap lingkungan, SMK Negeri 2 Palembang melaksanakan kegiatan ketahanan pangan sekolah melalui pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman hortikultura.

Program ini sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila serta kebijakan penguatan ketahanan pangan di tingkat nasional maupun daerah. Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Palembang tidak hanya menanamkan nilai akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup yang bermanfaat.

Kegiatan ketahanan pangan diwujudkan melalui penanaman berbagai komoditas strategis, seperti cabai, terong, tomat, serta sayur-mayur berupa sawi, kangkung, dan bayam. Seluruh proses mulai dari persiapan lahan, pengolahan media tanam, hingga penyemaian bibit melibatkan guru dan siswa secara langsung.

Melalui praktik lapangan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman nyata dalam proses budidaya tanaman pangan, mulai dari teknik penanaman, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, hingga pemanenan yang ramah lingkungan.

Penanaman cabai dan terong dipilih karena merupakan komoditas pangan strategis yang banyak dibutuhkan masyarakat, sementara sayur-mayur ditanam untuk mendukung kebutuhan pangan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah.

Pada kegiatan tersebut, SMKN 2 Palembang juga melaksanakan panen perdana hasil ketahanan pangan sekolah. Salah satu guru pembina menyampaikan rasa syukur atas hasil yang telah dicapai. Menurutnya, panen perdana ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan sekolah untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak terpakai agar lebih produktif.

“Alhamdulillah, kami bersyukur karena lahan kosong yang ada bisa dimanfaatkan menjadi lahan tanaman rumah tangga seperti cabai, terong, dan tomat. Setelah dibersihkan, dibuat galangan, dipupuk, kemudian ditanami bibit yang disediakan sekolah, hasilnya sudah bisa kita panen,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa waktu yang dibutuhkan hingga panen berkisar antara dua hingga tiga bulan, dengan perawatan rutin yang melibatkan siswa setiap hari. Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam proses perawatan tanaman, mulai dari menyiram hingga membersihkan area tanam.

“Hasil panen ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, dibagikan kepada warga sekolah, dan bahkan dikembangkan dalam program pendukung seperti MBG atau pembelajaran kewirausahaan sederhana,” tambahnya.

Sementara itu, pihak sekolah menilai kegiatan ketahanan pangan ini sangat relevan dengan kondisi Sumatera Selatan sebagai daerah agraris yang memiliki potensi besar di bidang pertanian. Meski SMK berorientasi pada pendidikan vokasi dan teknologi, potensi alam tetap perlu dikenalkan dan dikembangkan kepada peserta didik.

Ke depan, SMKN 2 Palembang juga berencana mengembangkan jenis tanaman lain, termasuk tanaman buah yang memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca, seperti nanas dan tanaman produktif lainnya yang mudah dibudidayakan.

Melalui program ketahanan pangan ini, SMKN 2 Palembang berkomitmen menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pembentukan karakter siswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa kewirausahaan.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa SMKN 2 Palembang mampu berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan sejak dari lingkungan pendidikan. (Firdaus)

Example 120x600