PALEMBANG – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, SMA Negeri 19 Palembang menggelar rangkaian kegiatan religius dan edukatif yang inovatif. Mengusung konsep pembentukan karakter yang holistik, sekolah tidak hanya fokus pada penguatan spiritualitas melalui Pesantren Ramadan, tetapi juga mengasah jiwa kemandirian siswa melalui bazar kewirausahaan.
Kepala SMAN 19 Palembang, Hj. Binti Koniaturrohmah, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dibuka dengan pawai Ramadan yang meriah, melibatkan pengurus OSIS dan seluruh anggota ekstrakurikuler. Pawai ini menjadi simbol sukacita sekaligus momentum kebersamaan bagi seluruh warga sekolah dalam menyongsong bulan penuh berkah.
Pesan Mendalam di Pesantren Ramadan
Kegiatan inti berupa Pesantren Ramadan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Maret 2026. Pihak sekolah menghadirkan ustaz-ustaz kompeten untuk memberikan tausiyah serta membimbing prosesi khataman Al-Qur’an.
Dalam arahannya, Hj. Binti Koniaturrohmah memberikan perumpamaan yang menyentuh mengenai durasi kegiatan yang singkat ini.
> “Kalau dibandingkan dengan 365 hari dalam setahun, tiga hari memang sangat singkat. Namun saya berharap tiga hari itu seperti bintang di langit yang luas—walaupun kecil, tetap memberi cahaya dan keindahan. Ilmu agama yang diperoleh semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melatih Jiwa Entrepreneur Muda
Keunikan Ramadan tahun ini di SMAN 19 Palembang terletak pada integrasi pendidikan ekonomi. Bertepatan dengan pembukaan kegiatan, sekolah menggelar Bazar Ramadan. Setiap kelas membuka stan yang menjajakan produk makanan buatan siswa sendiri.
Menariknya, para siswa melatih profesionalisme mereka dengan menyusun proposal kerja sama secara mandiri. Alhasil, sejumlah mitra strategis seperti Bank Sumsel, Telkomsel, Maxim, dan Teh Pucuk turut mendukung kesuksesan acara ini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan, termasuk belajar menjadi entrepreneur. Harapannya mereka kelak menjadi pengusaha sukses yang memiliki pemahaman agama yang kuat,” tambah Binti.
Persiapan Ujian dan Nilai Toleransi
Pada hari penutupan, suasana semakin khidmat dengan materi bertema Nuzulul Quran yang disampaikan oleh Drs. H. Zainal Bakti, M.Si. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam membaca Al-Qur’an, meski hanya satu ayat per hari.
Mengingat jadwal yang berdekatan dengan persiapan ujian semester dan ujian akhir bagi kelas XII, jadwal Pesantren Ramadan tahun ini disesuaikan agar tetap efektif tanpa mengganggu persiapan akademik. Pekan depan, siswa kelas XII akan memulai ujian, diikuti oleh siswa kelas X dan XI.
Menutup rangkaian acara, Kepala Sekolah juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan toleransi di lingkungan sekolah, termasuk menghormati perbedaan kondisi di antara siswa selama bulan puasa. (Firdaus)




















