PALEMBANG – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II melakukan kunjungan kerja dalam rangka Reses Tahap I Tahun 2026 di SMA Negeri 5 Palembang. Pertemuan ini menjadi wadah dialog strategis antara legislatif, pihak sekolah, hingga siswa terkait kendala fasilitas pendidikan dan aksesibilitas wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran anggota DPRD Sumsel lintas komisi, di antaranya:
* H. Nopianto, S.Sos., MM. (Nasdem – Wakil Ketua DPRD Sumsel / Koordinator Reses)
* Hj. Zaitun, SH., MKN. (Gerindra – Koordinator Reses Dapil II / Komisi V)
* M. Yansuri (Golkar – Ketua Komisi IV)
* Ir. H. Zulfikri Kadir (PDIP – Anggota Komisi IV)
* H. M. Anwar Al-Sadat (PKS – Pimpinan Komisi I)
* Tamtama Tanjung, SH. (Demokrat – Ketua Komisi III)
* Fajar Febriansyah, ST., M.Ikom. (PAN – Komisi V)
Aspirasi Sekolah: Kendala Lahan dan Keterlibatan Kegiatan
Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Palembang, Tin Marlin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran para wakil rakyat. Ia menyampaikan dua poin krusial bagi kemajuan sekolah:
* Informasi Strategis: Harapan agar sekolah lebih dilibatkan dan mendapatkan informasi cepat terkait kegiatan berskala provinsi maupun nasional.
* Masalah Lahan: Meskipun memiliki fasilitas yang baik, terdapat kendala aksesibilitas di mana dua rumah warga berada di dalam kawasan sekolah (belakang aula) dengan akses jalan utama melalui gerbang sekolah.
Interaksi Siswa: Dari Beasiswa Hingga Lab Belajar
Sesi tanya jawab yang dipandu oleh Hj. Zaitun berlangsung dinamis dengan munculnya berbagai keresahan siswa:
* Beasiswa: Nadinda Zivilia menanyakan transparansi dan perhatian khusus bagi siswa tidak mampu untuk lanjut ke perguruan tinggi.
* Fasilitas: M. Haikal (Kelas XI.1) mengeluhkan jadwal laboratorium yang sering bentrok karena keterbatasan jumlah lab dan meminta prioritas pembangunan.
* Infrastruktur: Monica Safira (Kelas XI.8) mengeluhkan rusaknya jalan di sekitar sekolah yang memicu kemacetan dan menghambat akses berangkat sekolah.
Respons dan Solusi Nyata DPRD Sumsel
Menanggapi hal tersebut, Fajar Febriansyah menegaskan bahwa pemerintah di era Presiden Prabowo sangat fokus pada pendidikan. “Anggaran beasiswa melalui Sekolah Rakyat, KIP Kuliah, hingga beasiswa luar negeri sudah tersedia sangat besar. Pemda Sumsel setiap tahun menganggarkan dana untuk siswa berprestasi dan kurang mampu,” jelasnya.
Terkait infrastruktur dan lahan, M. Yansuri menyarankan pihak sekolah segera membentuk tim untuk mengajukan permohonan resmi ke DPRD.
“Masalah rumah di kawasan sekolah akan kita bahas di anggaran DPRD setelah ada penilaian teknis. Untuk kemacetan akibat jalan rusak, kami akan berkoordinasi dengan Dishub dan Banpol agar ada petugas khusus di jam-jam sekolah,” tegas Yansuri.
Sementara itu, Henry, S.Pd., M.Pd. (Kasi Sarpras Disdik Sumsel) menambahkan bahwa idealnya sekolah memiliki minimal 3 laboratorium. Ia mendorong pihak sekolah segera mengajukan usulan jika lahan tersedia agar dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan.
Penutup
Koordinator Reses, H. Nopianto, menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang tertangkap hari ini, baik di bidang infrastruktur (Komisi IV), pendidikan (Komisi V), maupun anggaran (Komisi III), akan dibawa ke rapat paripurna untuk disampaikan kepada Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. (Firdaus)




















