Palembang (Kemenag Sumsel) — Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 H mulai terasa di Sumatera Selatan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, memimpin langsung Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber BBM) yang dipusatkan di Masjid Azhariyah, Jalan Jenderal Ahmad Yani, 14 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, pada Senin pagi (16/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Joyfull Ramadan Mubarak yang diinisiasi oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI. Aksi ini digelar secara serentak di seluruh Satuan Kerja (Satker) Kankemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan sebagai bentuk kesiapan fisik dan spiritual menyambut bulan mulia.
Aksi bersih-bersih di Masjid Azhariyah berlangsung guyub. Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Efriyansa, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, Ketua Tim Kerja Bidang Urais, Para Kepala Seksi di lingkungan Kemenag Kota Palembang, serta Kepala KUA se-Kota Palembang.
Tidak hanya jajaran struktural, para Penyuluh Agama Islam juga bergerak serentak di masjid-masjid binaan mereka masing-masing, memastikan setiap sudut rumah ibadah siap menyambut jemaah tarawih dan iktikaf.
Dalam arahannya, Syafitri Irwan menjelaskan bahwa Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid ini adalah bagian dari Tarhib Ramadan Direktorat Urais Kemenag RI. Harapannya, saat Ramadan tiba, masjid-masjid di Sumsel dalam kondisi bersih, wangi, dan nyaman. “Kita ingin memastikan kenyamanan umat beribadah selama bulan Ramadan. Ini adalah wujud nyata pelayanan Kemenag kepada umat agar ibadah semakin khusyuk,” tutur Kakanwil.
Laporan dari berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Seluruh Kankemenag Kabupaten/Kota di Sumsel melaporkan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Sinergi antara pejabat, staf, penyuluh, dan pengurus masjid (takmir) menciptakan atmosfer gotong royong yang kental. Dengan adanya gerakan ini, Kemenag Sumsel berharap kesadaran akan pentingnya sanitasi dan keindahan rumah ibadah terus terjaga, tidak hanya saat menyambut Ramadan, tetapi menjadi gaya hidup jemaah sehari-hari. (Firdaus)



















