PALEMBANG (21/10/2026) – SMA Negeri 19 Palembang sukses menggelar acara panggung Grand Final Pemilihan Duta Simbel (Bujang Gadis) Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Atrium OPI Mall Palembang pada Rabu siang (21/10/2026). Perhelatan tahunan ini dibuka secara resmi dengan persembahan penampilan seni memukau dari siswa-siswi SMAN 19 Palembang yang menampilkan bakat tari dan seni pertunjukkan.
Penjaringan Bakat Akademik dan Non-Akademik
Kepala SMAN 19 Palembang, Hj. Binti Koniaturrohmah, M.Pd., menyampaikan bahwa ajang pemilihan ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menyaring dan memilih peserta didik hebat yang memiliki prestasi serta bakat menonjol, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Tujuan kita adalah memilih murid-murid hebat yang berprestasi dan berbakat agar dapat menunjukkan potensinya. Dari total 63 pendaftar perwakilan setiap kelas, terpilih 8 pasang (16 siswa) yang berhasil menembus babak Grand Final. Selain Bujang dan Gadis Simbel utama, para duta juga mengemban penugasan khusus seperti Duta Anti-Narkoba, Duta Literasi, dan Duta Lingkungan. Harapan kami, para duta ini dapat menjalankan program sekolah serta mengharumkan nama SMAN 19 Palembang hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hj. Binti Koniaturrohmah.
Beliau juga memberikan dorongan semangat bagi para peserta yang belum terpilih agar tidak berkecil hati, karena seluruh peserta yang berpartisipasi pada dasarnya adalah siswa-siswi hebat yang hanya menempati peran berbeda.
Proses Seleksi Ketat dan Komprehensif
Pembina Duta Simbel SMAN 19 Palembang, Elly Zuriah, M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian seleksi telah berlangsung panjang sejak tahap sosialisasi pada 7 Agustus 2026 hingga puncak acara pada 21 Oktober 2026.
“Tahapan diawali dari technical meeting dan tes tertulis yang menyaring peserta menjadi 36 orang. Selanjutnya, peserta mengikuti tes talent show, tes kesehatan, wawancara, dan penulisan esai hingga menyisakan 8 pasang finalis terbaik. Penilaian melibat juri dari pihak internal sekolah maupun juri profesional eksternal,” terang Elly Zuriah. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak sekolah, komite sekolah, serta para sponsor yang menyukseskan acara ini.
Kriteria Penilaian 3B dan Bobot Karantina
Selaku Dewan Juri dan Pelatih (Coach), Kak Arie, memaparkan bahwa kriteria utama penilaian mengusung standar pageant 3B, yaitu Brain (Kecerdasan), Beauty (Penampilan & Sikap), dan Behavior (Karakter).
“Karena ini tingkat pelajar, fokus utama kami berikan pada aspek Brain. Penilaian dilakukan secara ketat dengan porsi bobot 60% dari masa karantina pembinaan dan 40% dari performa di atas panggung Grand Final. Dinamika di panggung bisa mengubah posisi penilaian akhir. Para duta yang terpilih nantinya bertindak sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dengan pihak internal maupun eksternal. Pesan saya untuk para pemenang, tetaplah rendah hati (down to earth) dan terus belajar sepanjang satu tahun masa jabatan,” tegas Kak Arie.
Muhammad Rivan dan Syafah Annisa Resmi Terpilih
Berdasarkan akumulasi nilai akhir dari dewan juri, Muhammad Rivan Al-Ghisyifa Lubis (Kelas 11.3) dan Syafah Annisa (Kelas 11.2) resmi dinobatkan sebagai Bujang dan Gadis Simbel SMAN 19 Palembang Tahun 2026.
Syafah Annisa mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas pencapaian tersebut. “Sama sekali tidak menyangka bisa sampai ke titik ini. Tantangan terberat selama seleksi adalah merancang video promosi dan menghadapi sesi wawancara yang menegangkan. Namun, bagi kami seluruh Top 8 adalah pemenang,” ungkap Syafah.
Sementara itu, Muhammad Rivan menegaskan komitmennya bersama Gadis Simbel terpilih untuk segera merumuskan program kerja yang selaras dengan visi dan misi SMAN 19 Palembang. “Kami berjanji akan bertanggung jawab atas amanah ini dan siap membawa serta mengharumkan nama SMA Negeri 19 Palembang ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Rivan. (Fir)


















