Example floating
Example floating
Uncategorized

MPLS SMKN 6 Palembang Tekankan Adaptasi, Anti-Bullying, dan Semangat Belajar

123
×

MPLS SMKN 6 Palembang Tekankan Adaptasi, Anti-Bullying, dan Semangat Belajar

Sebarkan artikel ini

Palembang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 6 Palembang tahun ajaran 2025/2026 berlangsung semarak dengan penuh pesan positif dan motivasi. Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam rangka menyapa dan memberi semangat kepada siswa baru jenjang SMA/SMK se-Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pentingnya pendidikan vokasi dan menekankan bahwa siswa SMK memiliki peluang besar untuk sukses di dunia kerja maupun berwirausaha. “Saya bangga dengan semangat para siswa baru, semoga SMK bisa menjadi pilihan strategis untuk menyiapkan generasi siap kerja,” ujar Herman Deru di hadapan ratusan peserta MPLS.

Sementara itu, Kepala SMKN 6 Palembang, Seriyani, S.Pd, menyampaikan pesan kepada peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetap rendah hati, dan menjaga semangat belajar. Ia juga mengingatkan seluruh guru untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman.

“Saya harap para guru dapat membuat siswa merasa diterima, aman, dan nyaman di sekolah. Jangan lupa, tetap menjaga marwah sebagai seorang pendidik,” ucap Seriyani dalam sambutannya.

Seriyani juga menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk bullying di SMKN 6 Palembang. Menurutnya, pihak sekolah telah mengantisipasi potensi perundungan sejak lama dengan mendatangkan berbagai pihak setiap tahun ajaran baru untuk memberikan edukasi anti bullying.

“Setiap MPLS, kami menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, seperti kepolisian, psikolog, hingga LSM. Ini sebagai bentuk komitmen kami mewujudkan sekolah yang aman dan ramah anak,” tegasnya.

Selain menanamkan nilai anti bullying, seluruh warga sekolah juga dihimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Seriyani berharap, lingkungan yang bersih akan mendorong siswa lebih nyaman, kreatif, dan cepat belajar.

Salah satu siswa baru peserta MPLS, Daffa Zayan, alumni SMPN 31 Palembang, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti MPLS di SMKN 6 Palembang. Ia memilih jurusan Tata Boga dengan harapan bisa langsung bekerja setelah lulus nanti.

“Sudah dua hari saya mengikuti MPLS dari total empat hari. Kegiatannya menarik dan saya bisa mengenal teman-teman serta lingkungan sekolah. Saya ingin setelah lulus nanti bisa langsung kerja,” kata Daffa.

Ia juga berpesan kepada rekan-rekannya agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu. “Tetap semangat belajar demi masa depan. Semoga SMKN 6 Palembang makin maju dan dikenal luas,” ujarnya.

Kegiatan MPLS ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari dan berisi berbagai agenda, seperti pengenalan jurusan, tata tertib sekolah, pembinaan karakter, pelatihan kedisiplinan, hingga penyuluhan tentang nilai-nilai positif di lingkungan sekolah.

Dengan semangat kebersamaan serta dukungan dari pemerintah provinsi, SMKN 6 Palembang terus berkomitmen membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi generasi muda Sumsel. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…