Example floating
Example floating
Uncategorized

MPLS SMAN 17 Palembang Hadirkan Edukasi Karakter dan Mitigasi Bencana, 360 Siswa Baru Antusias Ikuti Kegiatan

115
×

MPLS SMAN 17 Palembang Hadirkan Edukasi Karakter dan Mitigasi Bencana, 360 Siswa Baru Antusias Ikuti Kegiatan

Sebarkan artikel ini

Palembang — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 17 Palembang resmi digelar dan akan berlangsung selama lima hari ke depan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, tata tertib, serta dinamika sosial yang ada di sekolah.

Beragam materi diberikan dalam kegiatan MPLS tahun ini, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan disiplin, penguatan karakter, hingga wawasan kebangsaan. Salah satu siswa baru yang merupakan alumni SMPN 9 Palembang mengaku senang mengikuti kegiatan MPLS di SMAN 17 Palembang.

“Banyak materi yang kami terima, terutama tentang kedisiplinan, kemandirian, dan cara bersosialisasi yang baik. Saya mengajak teman-teman agar semangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN 17 Palembang, terutama selama MPLS ini untuk lebih mengenal karakter sekolah,” ujarnya.

Salah satu hal menarik dalam MPLS kali ini adalah kehadiran tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang sebagai narasumber dalam sesi mitigasi bencana. Kegiatan ini digelar atas inisiatif panitia MPLS karena tingginya risiko bencana di Kota Palembang, terutama kebakaran dan banjir bandang.

Mardiansyah, perwakilan Damkar Palembang yang hadir bersama timnya, menyampaikan pentingnya edukasi dini tentang keselamatan kepada para siswa. Mengingat SMAN 17 Palembang memiliki asrama siswa, maka kesadaran akan bahaya kebakaran menjadi hal yang sangat penting.

“Para siswa dikenalkan dengan jenis-jenis api, cara pencegahan kebakaran, dan juga penanganan bencana seperti gempa bumi. Tujuannya agar siswa lebih waspada dan mampu bertindak cepat jika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.

Langkah SMAN 17 Palembang ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Sejumlah sekolah yang juga telah melaksanakan edukasi keselamatan serupa antara lain SMAN 4 Palembang, SMAN 9 Palembang, dan SMA Sumsel yang didukung langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kota Palembang.

Erhanudin, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 17 Palembang, menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang dengan pendekatan yang ramah siswa dan berbasis penguatan karakter. Ia merinci bahwa materi MPLS tahun ini meliputi:

1. Penguatan karakter serta profil lulusan murid baru melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pertemuan Pagi Ceria

2. Pengenalan visi, misi, tujuan, dan profil SMA Negeri 17 Palembang

3. Pengenalan dan interaksi positif dengan warga satuan pendidikan

4. Pengenalan sarana prasarana dan fasilitas umum yang ada di sekolah

5. Pengenalan program kurikulum, kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler

6. Kegiatan kesiswaan, budaya sekolah, serta peraturan dan tata tertib

7. Kegiatan asesmen yang ramah untuk literasi membaca dan numerasi

“MPLS tahun ini juga melibatkan dua instansi penting, yaitu Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang memberikan materi tentang pendidikan karakter, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang untuk edukasi kebencanaan,” ungkap Erhanudin.

Jumlah peserta MPLS tahun ini mencapai 360 orang siswa baru. Dalam kesempatan tersebut, Erhanudin juga menyampaikan beberapa imbauan penting kepada para peserta MPLS agar:

1. Berpartisipasi aktif dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan

2. Disiplin dan tepat waktu

3. Bersikap positif dan saling menghargai

4. Menjaga kebersihan dan ketertiban

5. Memanfaatkan kesempatan MPLS sebaik-baiknya untuk beradaptasi, berinteraksi, dan menggali potensi diri

Adapun harapan yang ingin dicapai melalui MPLS ini adalah agar para siswa:

1. Mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh

2. Membangun jiwa nasionalisme dan kebangsaan

3. Mengembangkan potensi diri dan karakter positif

4. Menjalin relasi dan solidaritas antar teman

5. Menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif

Sementara itu, Dra. Poniyem, M.Pd, selaku Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan MPLS yang dinilai tidak hanya sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan proses pembentukan karakter siswa sejak awal.

“MPLS bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah yang baru kepada siswa. Kami berharap siswa lebih siap menghadapi tantangan dalam belajar dan mampu bersosialisasi dengan baik. Selama lima hari ini, mereka akan mengenal guru, teman baru, serta sarana dan prasarana sekolah,” terang Poniyem.

Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan terus mendorong sekolah-sekolah untuk menggencarkan kampanye anti-bullying, agar tercipta lingkungan belajar yang sehat dan harmonis. “Bullying sangat menghambat proses belajar siswa. Karena itu, semangat anti-bullying akan terus kami gaungkan,” pungkasnya. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…