PALEMBANG – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang sukses menyelenggarakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII. Pelaksanaan ujian yang menjadi salah satu persiapan penting menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini terpantau berjalan lancar, tertib, dan tanpa kendala teknis yang berarti.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MAN 3 Palembang, Riska Ahsanunnisa, M.Pd., memastikan bahwa seluruh rangkaian ujian telah dipersiapkan dengan matang.
“Alhamdulillah pelaksanaannya lancar. Total ada 311 siswa kelas XII dan semuanya ikut serta tanpa terkecuali. TKA ini kami bagi menjadi tiga sesi—mulai pukul 07.00 WIB—yang tersebar di lima ruangan. Setiap ruangan diisi oleh 21 anak, dan khusus satu ruang di sesi terakhir diisi 17 anak agar pas menampung keseluruhan peserta,” ungkap Riska.
Solusi Perangkat Mandiri untuk Ujian Serentak
Pelaksanaan TKA di MAN 3 Palembang dilangsungkan dalam satu gelombang (mengikuti jadwal gelombang kedua dari pusat). Untuk menyiasati kebutuhan perangkat yang besar pada satu waktu, pihak sekolah menerapkan kebijakan penggunaan perangkat mandiri.
“Karena fasilitas komputer sekolah tidak mencukupi untuk meng-cover seluruh siswa dalam satu gelombang, kami arahkan anak-anak untuk membawa laptop dan menggunakan kuota internet (tethering) pribadi. Komputer di laboratorium sekolah tetap disiagakan, namun baru dipakai jika ada anak yang benar-benar mengalami kendala teknis dengan perangkatnya,” jelas Riska.
Penggunaan laptop pribadi ini juga menjadi keuntungan tersendiri terkait stabilitas daya. Riska menjelaskan, meski sekolah telah menyiapkan genset dan berkoordinasi dengan PLN, ujian tetap aman dari ancaman pemadaman listrik karena laptop siswa memiliki daya baterai masing-masing.
Persiapan Matang dan Pengawasan Ketat Terintegrasi
Menghadapi soal-soal TKA yang menuntut daya analisis tinggi—terutama soal literasi yang panjang—pihak sekolah telah membekali siswa jauh-jauh hari.
“Persiapan kami sudah melalui try out sebanyak dua kali, ditambah bimbingan intensif berupa drilling soal TKA dari guru-guru mata pelajaran di kelas 12,” tambahnya.
Ujian ini berlangsung selama beberapa hari dengan pembagian materi: Bahasa Indonesia dan Survei Karakter di hari pertama, Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar di hari kedua, Matematika di hari ketiga, dan mata pelajaran peminatan di hari berikutnya.
Selain kesiapan akademis, MAN 3 Palembang juga memprioritaskan integritas ujian. Pengawasan dilakukan secara berlapis menggunakan sistem pengawas silang antar-sekolah.
“Pengawasan tidak hanya secara langsung, tapi juga dipantau via Zoom oleh panitia pusat, dinas, dan Kemenag. Untuk menjaga kejujuran, ponsel siswa yang digunakan sebagai hotspot dan kamera pengawas diletakkan jauh dari jangkauan mereka, seperti di meja pengawas di depan kelas, dan kameranya wajib menyorot langsung ke arah siswa,” tegas Riska.
Harapan Tembus PTN Favorit
Menutup keterangannya, Riska menyampaikan optimisme dan harapan besarnya bagi masa depan para siswa MAN 3 Palembang.
“Harapan kami tentu anak-anak bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih hasil TKA yang sukses dengan nilai memuaskan. Semoga dengan ikhtiar ini, jumlah siswa MAN 3 Palembang yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri, khususnya melalui jalur undangan, bisa meningkat drastis, kalau bisa mencapai 100 persen,” pungkasnya penuh harap.


















