PALEMBANG — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) mengimbau seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) di Kota Palembang untuk mengaktifkan serta mengoptimalkan kembali kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Pramuka di sekolah masing-masing. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter, kedisiplinan, sekaligus memacu prestasi para peserta didik.
Imbauan tersebut ditegaskan oleh Ketua K3S yang juga Kepala SDN 129 Palembang, Mat Genti, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan ekstrakurikuler wajib yang harus dikelola secara serius agar memberikan dampak nyata bagi pembentukan mental siswa.
“Pramuka ini adalah ekstrakurikuler wajib. Karena wajib, sekolah harus memastikan bahwa kegiatan ini membuahkan hasil dan prestasi. Saya mengimbau kepada seluruh rekan kepala sekolah di Palembang, mari kita hidupkan ekskul Pramuka ini secara maksimal untuk membentuk karakter anak-anak kita,” tegas Mat Genti.
Ia menambahkan, pembentukan karakter melalui Pramuka membutuhkan komitmen dari pihak sekolah, mulai dari penyediaan pembina, pelatih yang kompeten, hingga dukungan latihan yang berkesinambungan. Selain membentuk mental dan kemandirian, piagam prestasi dari kejuaraan Pramuka juga terbukti sangat bermanfaat bagi siswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke SMP melalui jalur prestasi.
Bukti Nyata Pembinaan Pramuka
Komitmen pembinaan Pramuka ini telah dibuktikan langsung oleh SDN 129 Palembang. Baru-baru ini, kontingen Pramuka sekolah tersebut berhasil mengawinkan piala Juara Umum Bergilir Putra dan Putri pada ajang Lomba Pramuka peringatan HUT Polsek Seberang Ulu (SU) II tingkat Kota Palembang dan sekitarnya.
Dalam ajang tingkat kota tersebut, tim Putri SDN 129 Palembang sukses meraih Juara 1 Pionering, Juara 2 LTBB, serta Juara 2 Puisi. Sementara tim Putra turut memborong Juara 1 Pionering, Juara 2 LTBB, dan Juara Harapan 2 Puisi.
Inovasi Penyeimbang Karakter Religius
Di samping penguatan karakter melalui ekskul Pramuka dan bidang lain—seperti drum band, seni tari, taekwondo, serta karate—sekolah juga didorong untuk terus melahirkan inovasi pembinaan moral siswa.
Di SDN 129 Palembang sendiri, pembentukan karakter juga dipadukan dengan program mengaji rutin selama 20 hingga 30 menit di musala sekolah usai jam pelajaran. Dengan menghadirkan guru ngaji khusus, program ini memastikan anak-anak mendapatkan pendalaman ilmu agama secara konsisten sebelum pulang ke rumah.
Melalui sinergi antara kegiatan kepramukaan yang melatih kedisiplinan serta program keagamaan yang memperkuat moral, diharapkan seluruh SD di Kota Palembang mampu melahirkan generasi muda yang cerdas secara akademik, berkarakter kuat, dan berprestasi. (Fir)



















