Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan sebagai puncak dari rangkaian proses seleksi yang ketat, mulai dari seleksi tertulis, wawancara, hingga penilaian oleh Baznas Pusat.
Adapun susunan pimpinan Baznas Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2030 yang dilantik yakni H. Darami, S.IP., S.Pd.I., M.Si sebagai Ketua, didampingi Dr. H. Chandra Satria, SE., M.Si., CWC., CSRS sebagai Wakil Ketua I, Ali Imron, SE sebagai Wakil Ketua II, Syamsul Alwi, S.Sos.I., M.Si sebagai Wakil Ketua III, serta H. Ahmad Bakri, S.Ag., M.Si sebagai Wakil Ketua IV.
Dalam sambutannya, Ketua Baznas Sumsel H. Darami menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan peran zakat bagi kesejahteraan umat di Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi puncak dari proses panjang. Kami berlima dipercaya oleh Bapak Gubernur untuk mengemban amanah besar ini. Mohon doa seluruh masyarakat Sumsel agar kami mampu menjawab harapan pemerintah dan umat,” ujarnya.
Saat ini, pendapatan Baznas Provinsi Sumatera Selatan tercatat berkisar Rp5,6 hingga Rp5,8 miliar per tahun. Namun demikian, Gubernur Sumsel menargetkan lonjakan signifikan dengan mendorong Baznas Sumsel agar mampu menghimpun dana zakat hingga Rp50 miliar pada tahun mendatang.
“Target ini luar biasa, hampir seribu persen. Ini menjadi tantangan besar bagi kami, namun insyaallah akan kami perjuangkan bersama seluruh amil zakat,” kata Darami.
Untuk mencapai target tersebut, Baznas Sumsel akan memprioritaskan penguatan payung hukum melalui pembaruan Peraturan Gubernur tentang zakat sebagai dasar hukum optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta.
Selain itu, Baznas Sumsel berkomitmen menambah jumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Saat ini, jumlah UPZ di tingkat provinsi baru sekitar 75 unit dan ke depan ditargetkan meningkat hingga ribuan, termasuk pembentukan UPZ di SMA dan SMK milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Di Sumsel terdapat lebih dari 350 SMA dan SMK. Zakat dan infak yang terkumpul nantinya akan dikembalikan ke sekolah untuk membantu siswa kurang mampu melalui program beasiswa,” jelasnya.
Baznas Sumsel juga akan memperluas program pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM yang terjerat rentenir, melalui skema pembiayaan tanpa bunga. Program sosial seperti bedah rumah juga akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Tak hanya itu, Baznas Sumsel mengusung konsep transformasi mustahik menjadi muzakki, agar penerima zakat dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi.
“Kami ingin zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Harapannya, beberapa tahun ke depan mustahik yang kami bantu bisa berubah menjadi muzakki,” tegas Darami.
Dalam pelaksanaannya, Baznas Sumsel akan menggandeng OPD, kepala dinas, hingga perusahaan-perusahaan besar. Pihak-pihak yang berkontribusi aktif dalam penghimpunan zakat akan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
“Kami akan bekerja satu visi dan satu misi. Target ini memang tidak mudah, namun dengan dukungan pemerintah dan doa masyarakat, insyaallah bisa kita wujudkan,” pungkasnya. (Firdaus)





































