PALEMBANG, 13 Juni 2026 – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palembang secara resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (13/6). Pembukaan MPLS diawali dengan upacara bendera dan dilanjutkan dengan mengikuti arahan secara daring (dalam jaringan) bersama Kementerian Pendidikan.
Kepala SMKN 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa hari pertama MPLS difokuskan pada pengenalan internal sekolah.
“Hari ini kita fokus pada materi pengenalan lingkungan sekolah serta pejabat-pejabat sekolah. Kita ingin siswa baru mengenali rumah kedua mereka dengan baik,” ujar H. Suparman saat ditemui di lingkungan sekolah.
Membentuk Karakter Lewat Kebiasaan Positif
Untuk hari-hari berikutnya, SMKN 2 Palembang telah menyiapkan rangkaian kegiatan terstruktur yang bertujuan membentuk kebiasaan anak Indonesia yang hebat. Aktivitas pagi akan dimulai dengan senam bersama, diikuti program pembentukan karakter ramah, serta penanaman nilai anti-perundungan (bullying).
“Tidak ada bullying. Kami ingin anak-anak SMK itu kuat. Bagaimana caranya? Melalui proses yang dipaksa, terpaksa, dan akhirnya menjadi biasa. Misalkan, mereka harus bangun pagi dan tiba tepat waktu. Jika terlambat, gerbang akan ditutup. Mereka juga harus disiplin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan seperti senam,” tegasnya.
H. Suparman menambahkan bahwa branding utama SMKN 2 Palembang adalah disiplin. Berkat konsistensi dalam menjaga kedisiplinan ini, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 2 tetap sangat tinggi. Dampak positifnya juga terlihat dari prestasi lulusan tahun ini, di mana 250 siswa berhasil lulus jalur undangan (termasuk Universitas Sriwijaya/Unsri) dan hampir 200 alumni langsung terserap di dunia kerja.
Kolaborasi dengan TNI dan Polri: Edukasi Kebangsaan & Hukum
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, pihak sekolah juga menggandeng institusi eksternal untuk memberikan materi edukasi yang komprehensif:
- TNI (Angkatan Darat): Memberikan materi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan. Kehadiran TNI ditegaskan bukan untuk menerapkan kedisiplinan yang keras secara fisik, melainkan untuk memupuk rasa cinta tanah air.
- Kepolisian (Polri): Memberikan edukasi terkait tertib lalu lintas dan pencegahan narkoba.
- Internal & Dinas: Materi juga diisi oleh guru-guru sekolah, pengawas, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan.
Ketegasan Aturan Kendaraan bagi Siswa Kelas 10
Pihak sekolah secara khusus mengingatkan aturan mengenai kendaraan bermotor. Siswa kelas 10 dilarang keras membawa sepeda motor ke sekolah. Hal ini bercermin dari kasus kehilangan yang pernah terjadi sebelumnya.
Sekolah juga akan menindak tegas kendaraan yang tidak memiliki plat nomor atau menggunakan knalpot brong. Namun, penindakan hukum tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian yang berwenang. “Kami hanya mengedukasi dan mengingatkan, karena urusan hukum dan lalu lintas adalah wewenang kepolisian,” tambah H. Suparman.
Kesehatan Siswa dan Layanan Inklusi
Mengenai persyaratan kesehatan, SMKN 2 Palembang memastikan bahwa seluruh siswa baru bebas dari buta warna, karena hal tersebut sudah disaring ketat melalui alat uji manual sejak proses seleksi awal.
Meskipun tidak ada tes kesehatan lanjutan saat MPLS, orang tua siswa diwajibkan membuat surat pernyataan bahwa anak mereka bebas narkoba. Pihak sekolah juga mengimbau orang tua untuk aktif melaporkan jika anak mereka memiliki riwayat penyakit bawaan.
Sebagai sekolah yang ramah anak, SMKN 2 Palembang juga berkomitmen memberikan ruang bagi siswa inklusi. Pada tahun ini, tercatat ada dua siswa inklusi yang melapor, salah satunya memiliki keterbatasan fisik pada bagian tangan. Pihak sekolah memastikan akan memberikan perlakuan dan fasilitas khusus bagi siswa tersebut agar tetap dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman.
Melalui program unggulan seperti pembinaan karakter jasmani dan rohani setiap hari Jumat (one day one player/pembinaan), SMKN 2 Palembang optimistis dapat mencetak generasi yang unggul.
“Harapan kita, anak-anak ini menjadi anak yang hebat dan patuh pada aturan. Kami ingin mereka bangga menjadi bagian dari SMKN 2, karena SMKN 2 Terdepan,” pungkas H. Suparman. (Firdaus)


















