PALEMBANG – Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPW HMTN MP) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP HMTN MP, Bung Asril Askar, di Istana Griya Agung, Palembang, pada Sabtu (20/6/2026). Momentum ini menandai arah baru pergerakan organisasi yang siap membawa transformasi modern bagi sektor pertanian di Bumi Sriwijaya.
Di bawah kepemimpinan Agus Darwa sebagai Ketua Umum DPW Sumsel yang baru, HMTN MP menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi organisasi seremonial. Dengan struktur kepengurusan yang diperkuat oleh 60% profesional dan birokrat pertanian, serta sokongan Dewan Pakar akademisi yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Faisal Daud, HMTN MP Sumsel siap mengeksekusi program kerja nyata di lapangan.
Strategi Tiga Pilar dan Pengawalan Program GSMP
Ketua DPW HMTN MP Sumsel, Agus Darwa, menyatakan bahwa fokus utama organisasi dalam waktu dekat adalah mengubah nasib petani agar tidak lagi menjadi buruh di tanahnya sendiri, melainkan naik kelas menjadi pengusaha pertanian (*entrepreneur*).
Untuk mencapai hal tersebut, HMTN MP Sumsel akan bergerak menggunakan strategi tiga pilar utama:
1. **Residensi:** Melakukan pemetaan zonasi potensi dan kendala wilayah pertanian serta kehutanan.
2. **Akselerasi:** Melakukan percepatan serapan program kerja yang berdampak langsung pada ekonomi petani bawah.
3. **Edukasi:** Memberikan pendampingan intensif dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kami siap berjalan beriringan dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, serta jajaran TNI-Polri. Salah satu tekad terbesar kami adalah mengawal dan memperluas dampak Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang telah diinisiasi oleh Gubernur Herman Deru sejak 2020,” tegas Agus Darwa.
Platform Bisnis 70%, Dukung Astacita, dan Siapkan Aplikasi Pemotong Tengkulak
Menyelaraskan visi daerah dengan pusat, Ketua Umum DPP HMTN MP, Bung Asril Askar, mengungkapkan bahwa HMTN MP memiliki peta jalan (*roadmap*) yang unik dan modern, yaitu menerapkan formula **30% pemberdayaan dan 70% bisnis (ekonomi kerakyatan).** HMTN MP bahkan telah menyusun cetak biru (*blueprint*) model bisnis ekonomi petani setebal 78 halaman yang saat ini sedang diproses untuk diadopsi oleh Bank Indonesia melalui pemanfaatan dana CSR nasional.
Ada empat prinsip gerakan yang dibawa HMTN MP untuk langsung diterapkan di Sumatera Selatan:
* **Penerapan Teknologi Pertanian:** Guna memangkas biaya (*cost*) produksi secara signifikan.
* **Kemandirian Pupuk Organik:** Menyuplai Pupuk Organik Cair (POC) produksi mandiri HMTN MP untuk memperbaiki unsur hara tanah yang rusak akibat zat kimia.
* **Pertanian Berkelanjutan (*Sustainable Farming*):** Menjaga stabilitas ketahanan pangan secara kontinu.
* **Hilirisasi Komoditas Lokal:** Mengangkat nilai jual produk unggulan Sumsel, seperti memastikan komoditas kopi lokal berjaya atas nama daerahnya sendiri.
Sebagai solusi konkret atas masalah klasik harga anjlok di tingkat petani, HMTN MP juga memperkenalkan aplikasi digital khusus yang berfungsi memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang.
“Jalur distribusi yang panjang selama ini membuat keuntungan tengkulak jauh lebih besar dibanding keringat petani. Melalui aplikasi ini, petani sebagai produsen bisa langsung menjual hasil panennya ke *user*, pasar induk, hingga restoran. Kita kembalikan keuntungan terbesar ke kantong petani,” ujar Asril Askar.
Target 6 Bulan ke Depan: Wujudkan Demfarm Mandiri
Sebagai pembuktian awal, DPP HMTN MP memberikan target waktu 6 bulan kepada pengurus DPW dan DPD se-Sumatera Selatan untuk membangun *Demonstration Plot* (Demfarm) mandiri sebagai pusat edukasi riil bagi masyarakat tani.
Melalui momentum pelantikan ini, HMTN MP menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan program **Astacita Presiden Prabowo Subianto** menuju swasembada pangan. HMTN MP berkomitmen membawa budaya organisasi yang konstruktif dan solutif—bukan sekadar mengkritik, tetapi memberikan jalan keluar demi persatuan dan kesejahteraan bangsa.
Atas dedikasi yang luar biasa dalam memikirkan kedaulatan pangan lebih awal dibanding daerah lain, HMTN MP juga mendaulat Gubernur Sumsel H. Herman Deru sebagai “Gubernur Pangan” dan mengundang beliau secara khusus untuk menerima penghargaan sebagai Tokoh Pangan Nasional pada Rakernas DPP mendatang.
Tentang HMTN MP:
Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN MP) adalah organisasi kemasyarakatan yang bergerak di sektor pertanian dengan visi menjadi wadah aspirasi, edukasi, dan pemberdayaan petani secara totalitas, mulai dari pra-panen, pasca-panen, hingga bertindak sebagai *off-taker* (penjamin pasar) komoditas pertanian di Indonesia. (Firdaus)





















