Example floating
Example floating
Uncategorized

Strategi Polda Sumsel Jaga Arus Mudik: Truk Dikantongi di Perbatasan, Tim Urai Macet Disiagakan 2.

37
×

Strategi Polda Sumsel Jaga Arus Mudik: Truk Dikantongi di Perbatasan, Tim Urai Macet Disiagakan 2.

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat pengamanan arus mudik Lebaran melalui sejumlah langkah strategis pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Sabtu (14/3/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di jalur mudik wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah kebijakan pengantongan kendaraan bersumbu tiga ke atas di Pos Lantas Sumarlin KM 225, kawasan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Kebijakan ini bertujuan memisahkan kendaraan logistik bermuatan besar dari kendaraan pribadi para pemudik.

Dengan pemisahan tersebut, potensi kemacetan serta risiko kecelakaan lalu lintas di jalur lintas Sumatera dapat diminimalisir.

Selain itu, Polda Sumsel juga mengaktifkan Tim Urai Macet yang terdiri dari personel gabungan Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Samapta.

Tim ini ditempatkan di kawasan Timbangan KM 12 Banyuasin untuk melakukan patroli bergerak serta rekayasa lalu lintas secara cepat apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.

Keberadaan tim ini menjadi bagian penting dari strategi respons cepat kepolisian dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik.

Pengamanan juga diperkuat di wilayah Lubuk Linggau melalui optimalisasi empat pos strategis, yaitu : Pos Pelayanan Stasiun, Pos Terpadu Lippo, Pos Pengamanan Simpang Periuk dan Pos Pengamanan Petanang

Keempat pos tersebut menjadi titik pemantauan utama untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama arus mudik berlangsung.

Di tingkat Polda, Satgas Operasi Ketupat Musi secara rutin melakukan analisis dan evaluasi terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Langkah ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perjalanan mudik.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa koordinasi lintas satuan menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.

“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan, pengaktifan Tim Urai Macet, serta pemantauan di seluruh pos merupakan langkah strategis agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar,” ujarnya.

Melalui strategi tersebut, Polda Sumsel berkomitmen memastikan arus mudik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman hingga tiba di tujuan. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…