Example floating
Example floating
Uncategorized

Ustaz Abdul Somad Jadi Khatib Jumat di Mapolda Sumsel, Ingatkan Tugas Polisi Adalah Amanah

33
×

Ustaz Abdul Somad Jadi Khatib Jumat di Mapolda Sumsel, Ingatkan Tugas Polisi Adalah Amanah

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — Abdul Somad menjadi khatib dalam Shalat Jumat yang digelar di Masjid Assa’adah Markas Polda Sumatera Selatan, Jumat (13/3/2026).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bersama jajaran pejabat utama dan ratusan personel mengikuti Shalat Jumat tersebut dengan khusyuk.

Kehadiran Ustaz Abdul Somad memberikan pesan spiritual yang kuat bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di tengah momentum bulan Ramadan dan persiapan pengamanan Idul Fitri.

Dalam khutbahnya, Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.

Namun ia menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada ritual seperti shalat, puasa, dan zikir.

Menurutnya, seluruh aktivitas kehidupan dapat bernilai ibadah apabila dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab.

“Setiap pekerjaan bisa menjadi ibadah jika dilakukan karena Allah dan dijalankan dengan amanah,” ujar Abdul Somad dalam khutbahnya.

Ia mencontohkan berbagai profesi yang dapat bernilai ibadah, mulai dari tenaga medis yang merawat pasien, pejabat yang melayani rakyat, hingga aparat penegak hukum yang menjaga keadilan.

Dalam konteks kepolisian, ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang dilakukan secara adil merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah.

Ustaz Abdul Somad juga mengingatkan bahwa pemimpin yang adil termasuk dalam golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat.

Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.

“Jabatan adalah amanah. Kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menegakkan keadilan,” ujarnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para personel yang mengikuti Shalat Jumat di lingkungan Mapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menilai khutbah tersebut sangat relevan bagi seluruh anggota kepolisian yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Tugas yang kami jalankan harus menjadi ladang ibadah untuk melayani masyarakat dan negara,” ujar Sandi Nugroho.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan bahwa pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Polri.

Menurutnya, penguatan spiritual akan membantu personel menjalankan tugas secara jujur, adil, dan humanis.

“Kami ingin membangun personel yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan keimanan yang kuat,” ujar Nandang.

Pelaksanaan Shalat Jumat tersebut berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Momentum Ramadan di tengah persiapan Operasi Ketupat Musi 2026 membuat kegiatan pembinaan rohani ini semakin bermakna bagi seluruh personel Polda Sumsel yang bersiap menjalankan tugas pengamanan Idul Fitri. (Fitri)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…