Example floating
Example floating
Uncategorized

Polda Sumsel Mulai Ops Ketupat Musi 2026, 199 Personel Satgas Siap Bertugas

48
×

Polda Sumsel Mulai Ops Ketupat Musi 2026, 199 Personel Satgas Siap Bertugas

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan resmi memulai Operasi Ketupat Musi 2026 dengan menggelar apel harian perdana personel Satuan Tugas operasi pada Jumat (13/3/2026) pagi di halaman samping Gedung Presisi Polda Sumsel.

Sebanyak 199 personel satgas hadir lengkap dalam apel tersebut, menandai kesiapan penuh jajaran Polda Sumsel dalam menjalankan operasi pengamanan Idul Fitri 1447 H di wilayah Sumatera Selatan.

Operasi Ketupat Musi 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Apel perdana tersebut dipimpin oleh AKBP Arief Wibowo selaku Kepala Sekretariat Operasi Daerah (Kaset Opsda) Operasi Ketupat Musi 2026.

Dalam arahannya, Arief Wibowo menegaskan bahwa apel pagi wajib dilaksanakan setiap hari selama operasi berlangsung sebagai bagian dari mekanisme pengendalian operasional.

Melalui apel tersebut, pimpinan operasi dapat memastikan seluruh personel dalam kondisi siap bertugas serta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.

Ia juga meminta setiap satuan tugas menunjuk operator khusus untuk memastikan sistem pelaporan harian operasi berjalan tertib dan terstruktur.

Selain itu, Polda Sumsel menyiapkan mekanisme analisis dan evaluasi (Anev) secara berkala guna memantau perkembangan situasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Seluruh kepala satgas dan perangkat operasi diwajibkan hadir dalam kegiatan evaluasi tersebut guna memastikan koordinasi berjalan optimal.

Pada hari pertama operasi, perhatian juga diarahkan pada rencana kedatangan Tim Supervisi Mabes Polri yang dijadwalkan melakukan pemantauan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi di wilayah Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa apel harian menjadi instrumen penting dalam memastikan kesiapsiagaan personel selama operasi berlangsung.

“Apel harian merupakan bagian dari pengendalian operasional. Melalui apel ini kami memastikan seluruh personel dalam kondisi siap, sehat, dan memahami tugas masing-masing dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sandi Nugroho.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Musi 2026 telah menerima arahan teknis sebelum pelaksanaan operasi.

Menurutnya, setiap perwira yang tercantum dalam surat perintah operasi bertanggung jawab mengendalikan anggotanya agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan terkoordinasi.

“Kami memastikan setiap satgas bekerja secara terstruktur dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala selama operasi berlangsung,” ujar Nandang.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disiapkan di sepanjang jalur mudik.

Melalui Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan bersama seluruh unsur lintas sektoral berkomitmen menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…