Example floating
Example floating
Uncategorized

Bangun Karakter dan Adab Sejak Dini, SDN 109 Palembang Gelar Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H

68
×

Bangun Karakter dan Adab Sejak Dini, SDN 109 Palembang Gelar Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif, SD Negeri 109 Palembang menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) bagi seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan yang berlangsung mulai hari Rabu hingga Jumat ini mengusung tema “Menjadikan Ramadhan Momentum Perbaikan Diri Menjadi Lebih Baik”.

Kepala SDN 109 Palembang, Hj. Ruzki Machfuzo Maryati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter disiplin dan memperkuat adab siswa sejak usia dini. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tetapi langsung pada praktik ibadah sehari-hari.

“Kami berharap melalui Pesantren Kilat ini, anak-anak tidak hanya sekadar tahu teorinya, tapi langsung mempraktikkan cara berwudhu yang benar, shalat, dan menunjukkan adab yang baik. Bulan suci ini adalah momen di mana pahala dilipatgandakan, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan pondasi karakter yang akan terus mereka jaga bahkan setelah Ramadhan berakhir,” ujar Hj. Ruzki saat ditemui di sela kegiatan, Kamis (12/03/2026).

Selain materi keagamaan, pihak sekolah juga menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk menggali potensi siswa, di antaranya lomba Azan, Tahfizul Qur’an (Juz 30), dan lomba Dai.

Guru Agama SDN 109 Palembang, Muttaqin, S.Pd.I, menambahkan bahwa tahun ini terdapat penambahan kurikulum sesuai arahan Kementerian Agama, yaitu pelaksanaan shalat Duha bersama sebagai rangkaian rutin kegiatan.

“Lomba-lomba yang kami adakan bertujuan untuk mencari bibit unggul. Misalnya, melalui lomba Tahfiz dan Dai, kami melatih mental anak agar berani tampil di depan umum. Kami ingin mereka memiliki kemampuan berbicara dan penguasaan huruf yang baik sehingga nantinya bisa bermanfaat di tengah masyarakat,” jelas Muttaqin.

Pengelolaan Zakat yang Transparan

Sebagai puncak kegiatan, pada hari Sabtu mendatang, sekolah akan menyalurkan zakat fitrah kepada yang berhak menerima. Hj. Ruzki menegaskan bahwa pengelolaan zakat di SDN 109 Palembang dilakukan secara profesional dan legal karena telah memiliki SK dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Sejak tahun 2024, kami sudah bekerja sama dengan Baznas tingkat kota, sehingga secara regulasi kita aman. Hingga saat ini, proses pengumpulan masih berlangsung. Selain zakat, kami juga membiasakan anak-anak untuk belajar berinfak sesuai kemampuan mereka untuk memupuk rasa peduli terhadap sesama,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, SDN 109 Palembang berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan sopan santun kepada orang tua serta guru. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…