Example floating
Example floating
Uncategorized

Kapolda Sumsel Cek Jalur Strategis Tol Kapal Betung Jelang Mudik Lebaran

47
×

Kapolda Sumsel Cek Jalur Strategis Tol Kapal Betung Jelang Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini

Palembang — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memastikan kesiapan jalur strategis Tol Kapal Betung sebagai koridor penting arus mudik nasional di Pulau Sumatera menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

 

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kapolda Sumsel turun langsung melakukan pengecekan jalur tol bersama jajaran Forkopimda Sumatera Selatan pada Selasa pagi. Peninjauan ini dilakukan untuk memverifikasi kondisi infrastruktur jalan tol, fasilitas pendukung pemudik, serta kesiapan pengamanan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur tersebut.

 

Tol Kapal Betung sendiri merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan pergerakan kendaraan dari arah Lampung menuju Palembang dan wilayah Sumatera Selatan lainnya, sehingga memiliki peran penting dalam kelancaran mobilitas pemudik di kawasan Sumatera bagian selatan.

 

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Sumsel bersama rombongan menelusuri jalur tol dari Talang Kelapa, Musi Landas, rest area tol, Jembatan Musi V, Kramasan hingga Kayu Agung.

 

Pengecekan ini mencakup kondisi fisik jalan, kesiapan rest area, fasilitas keselamatan, serta titik-titik yang berpotensi menjadi simpul kepadatan kendaraan saat arus mudik berlangsung.

 

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pengecekan lapangan merupakan bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan seluruh unsur terkait siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

 

“Kami memastikan seluruh jalur tol dalam kondisi siap dan seluruh unsur terkait telah berkoordinasi langsung di lapangan. Keselamatan dan kenyamanan para pemudik menjadi prioritas utama dalam Operasi Ketupat 2026,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

 

Kapolda juga menginstruksikan jajaran untuk memetakan titik rawan kemacetan, menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang adaptif, serta meningkatkan pelayanan di rest area guna mendukung kenyamanan pemudik.

 

Peninjauan jalur tol ini turut melibatkan sejumlah unsur Forkopimda Sumatera Selatan, antara lain Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., serta instansi terkait seperti Dinas PU Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan pengelola jalan tol.

 

Kapolda Sumsel juga didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumsel, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, Dir Lantas Kombes Pol Maesa Soegriwo, Dir Samapta Kombes Pol M. Rendra Salipu, serta Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

 

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya koordinasi lintas sektor dalam memastikan kesiapan jalur mudik di wilayah Sumatera Selatan.

 

Sebagai bagian dari jaringan tol Trans Sumatera, Tol Kapal Betung menjadi koridor penting bagi mobilitas kendaraan antarprovinsi di kawasan Sumatera bagian selatan.

 

Kesiapan jalur ini tidak hanya berdampak pada kelancaran arus mudik menuju Palembang, tetapi juga pada pergerakan kendaraan dari dan menuju provinsi lain di Pulau Sumatera.

 

Langkah proaktif Kapolda Sumsel meninjau langsung jalur tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan yang memastikan seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi sebelum puncak arus mudik berlangsung.

 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pengecekan jalur tol merupakan bagian dari rangkaian persiapan Operasi Ketupat 2026 yang dilakukan secara terstruktur.

 

“Kapolda Sumsel telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memastikan kesiapan pengamanan mudik dilakukan secara maksimal. Masyarakat dapat mudik dengan tenang karena aparat sudah lebih dahulu hadir memastikan kesiapan jalur,” ujar Kombes Pol Nandang.

 

Dengan koordinasi lintas sektor dan kesiapan infrastruktur yang terus dimatangkan, Polda Sumsel optimistis pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Sumatera Selatan dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…