Example floating
Example floating
Uncategorized

Kapolda Sumsel Buka Latpraops Ketupat Musi 2026, Siapkan Pengamanan Mudik dan Lebaran 2.

38
×

Kapolda Sumsel Buka Latpraops Ketupat Musi 2026, Siapkan Pengamanan Mudik dan Lebaran 2.

Sebarkan artikel ini

Palembang — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. secara resmi membuka Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Musi 2026 di Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumatera Selatan, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini menandai dimulainya konsolidasi strategis jajaran Polda Sumsel dalam menghadapi pengamanan Ramadan, arus mudik, hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang setiap tahun menjadi momen dengan mobilitas masyarakat sangat tinggi di Indonesia.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa Latpraops merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap tugas, pola pengamanan, serta kesiapan operasional sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Irjen Sandi Nugroho menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tidak hanya berorientasi pada stabilitas keamanan, tetapi juga pada pelayanan publik yang humanis dan profesional.

Menurutnya, setiap personel harus menguasai Standard Operating Procedure (SOP) serta mampu memetakan potensi kerawanan di wilayah masing-masing.

Kapolda juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang biasanya meningkat selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Latihan Pra Operasi ini adalah investasi kesiapan. Saya ingin seluruh personel hadir di lapangan bukan hanya dengan kesiapan fisik, tetapi dengan pemahaman tugas yang tajam, kemampuan koordinasi yang kuat, dan komitmen melayani masyarakat secara profesional dan humanis,” ujar Kapolda Sumsel.

Kapolda juga mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga integritas, disiplin, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel turut hadir mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut, di antaranya Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, Dir Lantas Kombes Pol Maesa Soegriwo, Dir Samapta Kombes Pol M. Rendra Salipu, Dir Binmas Kombes Pol Hari Purnomo, serta Dansat Brimob Kombes Pol Susnadi.

Kehadiran pimpinan lintas fungsi ini menunjukkan bahwa pengamanan Lebaran dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai satuan fungsi kepolisian.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan aktivitas masyarakat yang signifikan, mulai dari kegiatan ibadah, tradisi mudik, perjalanan silaturahmi, hingga meningkatnya mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi.

Situasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, gangguan distribusi bahan pokok dan BBM, hingga potensi kejahatan di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemudik.

Melalui Latpraops Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel mematangkan manajemen operasi agar pengamanan dapat dilaksanakan secara terencana, terukur, dan efektif.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa seluruh persiapan pengamanan Ramadan dan Idul Fitri berjalan sesuai rencana operasi yang telah disusun.

Menurutnya, Operasi Ketupat Musi merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam memastikan keamanan selama momentum besar nasional tersebut.

“Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan rasa aman dan layanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan selama Ramadan, masa mudik, hingga perayaan Idul Fitri. Ini adalah momen kami membuktikan bahwa Polri hadir untuk rakyat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Dengan persiapan yang matang melalui Latpraops Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel optimistis pelaksanaan pengamanan Ramadan dan Idul Fitri di wilayah Sumatera Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (Firdaus)

Example 120x600
RILIS RESMI POLDA SUMSEL ALTERNATIF JUDUL: 1. Tragedi Laka Maut di Lintas Sumatera Muratara: 16 Korban Tewas Terbakar, Polda Sumsel Aktifkan Tim DVI 2. Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Meninggal Dunia, Tim Pusdokkes Polri Turun Tangan 3. Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Muratara Dipusatkan di RS Bhayangkara Palembang, 16 Jenazah Dievakuasi 4. Update Laka Maut Muratara: Polisi Temukan Barang Berbahaya di Bus ALS, Korban Meninggal Capai 16 Orang 5. Kapolres Muratara dan Kabid Humas Polda Sumsel Pastikan Penanganan Maksimal Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius. Kecelakaan bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44) melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan. Berdasarkan data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan. Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi. Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang. Penyidik Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan. DAFTAR KORBAN SELAMAT: 1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit. 4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara. ⠀ DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL): 1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau. 2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara. 3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah. 4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan. 5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan. Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Uncategorized

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mengonfirmasi penanganan intensif…