Example floating
Example floating
Uncategorized

Program SAJADAH Jadi Kunci KUA Sukarami Palembang Raih Penghargaan KUA Ekoteologi Nasional

58
×

Program SAJADAH Jadi Kunci KUA Sukarami Palembang Raih Penghargaan KUA Ekoteologi Nasional

Sebarkan artikel ini

Palembang – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukarami Palembang berhasil mengharumkan nama Sumatera Selatan dengan meraih Penghargaan KUA Ekoteologi pada ajang Anugerah Layanan KUA 2025 yang digelar Kementerian Agama RI. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi KUA Sukarami dalam mengimplementasikan program pelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan.

 

Kepala KUA Kecamatan Sukarami Palembang, H. Syafarudin Bina RS, S.Pd.I, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari program-program sederhana yang telah dijalankan sejak awal, bahkan sebelum lomba ekoteologi digelar secara nasional.

 

“Sejak awal kami memang sudah menjalankan berbagai program, tanpa menyadari bahwa itu menjadi nilai lebih dalam penilaian ekoteologi. Karena gedung KUA ini masih baru, kami fokus pada penghijauan kantor, penataan ruang terbuka hijau, dan menciptakan suasana pelayanan yang nyaman dan tenang bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Kantor KUA Sukarami.

 

Ia menjelaskan, penataan lingkungan kantor tidak hanya bertujuan memperindah tampilan, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang mengakses layanan keagamaan. Selain itu, KUA Sukarami juga berkomitmen menyelesaikan setiap permasalahan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan prima.

Menurut Syafarudin, program ekoteologi yang dijalankan KUA Sukarami sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Agama, khususnya pada poin kedua Asta Protas Menteri Agama tentang ekoteologi, yang merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

“Kami sadar bahwa ini adalah program nasional yang harus disukseskan bersama. Maka kami menyesuaikannya dengan kapasitas KUA, salah satunya melalui pembinaan kepada majelis taklim dan calon pengantin,” jelasnya.

 

Dalam setiap kegiatan bimbingan pranikah, KUA Sukarami secara rutin menyisipkan edukasi tentang pentingnya menjaga alam. Calon pengantin (catin) bahkan dilibatkan secara langsung melalui program penanaman pohon. Awalnya, catin diminta membawa bibit sendiri untuk ditanam dan didokumentasikan.

 

“Sekarang kami sedang menjalin kerja sama dengan Dinas Kehutanan. Rencananya, setiap dua bulan sekali kami akan menerima bibit pohon, baik pohon pelindung maupun pohon buah, yang akan kami bagikan gratis kepada calon pengantin untuk ditanam di lokasi yang layak,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada lingkungan, KUA Sukarami juga aktif menjaga harmoni sosial dan kerukunan umat beragama melalui program Kampung Sadar Kerukunan. Program ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga unsur pemerintah dan aparat keamanan.

 

“Kami ingin Palembang, khususnya Sumatera Selatan, benar-benar menjadi wilayah zero conflict dalam persoalan keagamaan. Sekecil apa pun potensi konflik harus segera kita redam,” tegas Syafarudin.

 

Salah satu kegiatan puncak Kampung Sadar Kerukunan digelar pada September lalu di Mako Lanud Sri Mulyono Herlambang. Kegiatan tersebut diisi dengan penanaman pohon, komitmen bersama menjaga kerukunan, olahraga bersama, hingga pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian dan pelestarian alam.

 

Ketika Kementerian Agama membuka pendaftaran Anugerah Layanan KUA dengan 13 kategori penilaian, KUA Sukarami melihat bahwa program ekoteologi yang telah dirintis sejak lama layak untuk diikutsertakan.

“Alhamdulillah, dalam waktu dua hari seluruh berkas bisa kami lengkapi karena programnya memang sudah berjalan. Tinggal kami dokumentasikan dan unggah,” ungkapnya.

 

Hasilnya, KUA Sukarami Palembang dinyatakan sebagai penerima Penghargaan KUA Ekoteologi, bahkan menjadi salah satu yang terbaik secara nasional dari lebih dari 5.200 KUA se-Indonesia.

 

Syafarudin menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah keberhasilan individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran KUA dan dukungan masyarakat.

 

“Ini keberhasilan bersama. Semoga menjadi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ke depan, KUA Sukarami juga tengah mengkaji inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk wacana layanan jemput bola bagi warga yang kesulitan datang langsung ke kantor KUA karena keterbatasan waktu atau kondisi tertentu.

 

Sebagai penutup, Syafarudin berharap penghargaan ini tidak sekadar menjadi simbol, melainkan membawa dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

 

“Kita mungkin belum merasakan hasil menanam pohon hari ini, tapi anak cucu kita kelak yang akan menikmatinya. Inilah wujud kecintaan kita kepada alam sebagai bagian dari kecintaan kepada Sang Pencipta,” pungkasnya.

 

KUA Sukarami sendiri mengusung slogan SAJADAH (Sadar Jaga Alam untuk Ibadah) yang terus digaungkan sepanjang 2025 sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama. (Firdaus)

Example 120x600