Palembang, 29 November 2025 – Komitmen Sumatera Selatan dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik kembali mendapat perhatian serius. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, melakukan kunjungan langsung ke Unit Bengkel Konversi Sepeda Motor Listrik SMKN 2 Palembang, yang baru saja diresmikan pada 24 November 2025 lalu.
Kunjungan ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap inovasi yang ditunjukkan SMKN 2 Palembang sebagai sekolah vokasi yang kini telah siap menjadi pusat edukasi, pelatihan, dan layanan konversi sepeda motor listrik di Sumatera Selatan.
PLN Pilih SMK di Sumsel untuk Pendidikan Konversi Listrik
Kaprodi SMKN 2 Palembang, Isrofil, menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, maraknya sepeda motor listrik di Indonesia mendorong PT PLN untuk menyalurkan kepedulian terhadap dunia pendidikan. PLN kemudian menunjuk beberapa sekolah untuk mengikuti pendidikan konversi sepeda motor listrik di Jakarta.
“Sekolah yang dipilih antara lain SMKN 2 Palembang, SMKN 4 Palembang, dan SMKN 7 Palembang. Setelah menerima pelatihan, masing-masing sekolah mendapatkan bantuan beberapa unit sepeda motor listrik yang sudah dikonversi,” ujar Isrofil.
Usai mengikuti pendidikan kelistrikan, sekolah-sekolah tersebut juga diwajibkan menyebarkan ilmu konversi ke berbagai sekolah lain di Sumsel, baik negeri maupun swasta. Bentuk kontribusinya berupa sosialisasi, pelatihan, hingga bantuan unit motor listrik hasil konversi.
SMKN 2 Palembang Jadi Pusat Bengkel Konversi Pertama di Sumsel
PLN kemudian melanjutkan program dengan pendirian Unit Bengkel Konversi Sepeda Motor Listrik khusus di Sumatera Selatan, dan SMKN 2 Palembang ditetapkan sebagai sekolah utama.
Tak hanya itu, SMKN 2 juga mengembangkan tiga program unggulan sekaligus, yaitu:
1. Teknologi Konversi Sepeda Motor Listrik
2. Layanan Perbaikan Sepeda Motor Listrik
3. Pusat Edukasi dan Pelatihan Konversi
Sebelumnya, SMKN 2 Palembang telah mengirim dua perwakilan guru untuk mengikuti pelatihan di Bintang Racing Team (BRT) dan Mitra Metal, sekaligus menjadi rekanan resmi kedua perusahaan tersebut.
Dengan fasilitas lengkap dan SDM bersertifikat, SMKN 2 kini siap melayani konversi motor listrik, mengadakan pelatihan, hingga perbaikan unit listrik.
Target ke Depan: Konversi Mobil Listrik dan Simulator Pendidikan
Isrofil menegaskan bahwa pihak sekolah memiliki visi besar. Dalam waktu dekat, SMKN 2 akan membuat simulator perbaikan konversi motor listrik untuk disebarkan ke sekolah-sekolah di Sumsel.
“Ke depannya, target kami bukan hanya motor listrik. SMKN 2 menargetkan bisa mengembangkan kemampuan konversi mobil listrik,” ujarnya.
Kepsek SMKN 2: Motor Konversi Bisa Tahan 100 Km, Harga Hanya 7 Jutaan
Kepala SMKN 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si, memaparkan bahwa teknologi konversi yang mereka terapkan bukan sekadar mengubah motor menjadi listrik biasa seperti produk motor listrik ekonomis dari luar negeri.
“Kita mengonversi motor berbahan bakar menjadi listrik dengan power kuat. Kapasitas baterainya bisa menempuh 100 km. Motor ini benar-benar untuk pemakaian harian, bukan hanya jarak pendek,” jelasnya.
Suparman juga menyoroti keunggulan BLDC (Brushless DC Motor) yang mereka gunakan.
“BLDC yang kami gulung sendiri bisa hidup 2×24 jam tanpa panas. Itu yang membuat harga konversi kita lebih murah,” ujarnya.
Jika motor listrik pabrikan seperti Honda masih berada di harga di atas Rp40 juta, hasil konversi SMKN 2 bersama BRT dan Mitra Metal hanya sekitar Rp7 jutaan, dengan dukungan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kebutuhan Teknisi Listrik akan Melonjak 10 Tahun ke Depan
Suparman menegaskan bahwa kebutuhan tenaga ahli motor dan mobil listrik akan melonjak drastis.
“Dalam 10 tahun ke depan, teknisi kelistrikan otomotif akan sangat dibutuhkan. Saat ini masih sangat sedikit trainer motor listrik, bahkan di Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu SMKN 2 berkomitmen menjadi training center untuk membangun SDM ahli di bidang kendaraan listrik.
Gubernur Herman Deru Dorong Penurunan Cost Produksi
Dalam tinjauannya, Gubernur Herman Deru mengapresiasi kemajuan SMKN 2 sebagai pelopor teknologi konversi di Sumsel. Ia mengharapkan agar inovasi ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas dengan menekan biaya produksi.
“Konversi motor listrik ini sangat potensial. Saya mendorong agar biaya konversinya bisa semakin turun sehingga lebih kompetitif di pasaran,” ujarnya.
Deru juga mendorong agar SMKN 2 terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, sehingga Sumatera Selatan bisa menjadi provinsi yang siap menghadapi revolusi kendaraan listrik. (Firdaus)



















