Example floating
Example floating
Uncategorized

Perkimtan Palembang Gelar Sertifikasi Tenaga Konstruksi, Dorong Pekerja Lokal Berstandar Nasional

48
×

Perkimtan Palembang Gelar Sertifikasi Tenaga Konstruksi, Dorong Pekerja Lokal Berstandar Nasional

Sebarkan artikel ini

Palembang — Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembangunan kota. Melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Konstruksi yang digelar pada 20–21 November 2025, lebih dari 100 pekerja konstruksi mendapat kesempatan untuk meningkatkan kompetensi mereka.

 

Bertempat di halaman Gedung Workshop Perkimtan, kegiatan ini melibatkan berbagai profesi konstruksi mulai dari tukang bata, tukang keramik, tukang cat, hingga tukang las. Program sertifikasi ini menjadi langkah strategis pemerintah kota untuk memastikan setiap tenaga kerja lapangan memiliki kualifikasi dan keterampilan sesuai standar nasional.

 

Kepala Dinas Perkimtan Kota Palembang, Drs. H. Alex Ferdinandus, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam menghadapi pesatnya pembangunan di Palembang.

 

 “Kita ingin kualitas pembangunan semakin baik dan profesional. Pelatihan ini akan rutin kita lakukan, dan ke depan akan diperluas melalui kerja sama dengan DPD Iyalki Sumsel dan Jambi,” kata Alex.

 

Ia menambahkan, seluruh peserta diharapkan mampu menjaga integritas dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan, mengingat kualitas bangunan sangat bergantung pada keterampilan para pekerjanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Iyalki Provinsi Sumsel–Jambi, Ir. H. Untung Yasril, ST, MT, CPsp, Ccms, menilai langkah Perkimtan Palembang sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menyiapkan SDM konstruksi yang kompeten.

 

 “Sertifikasi ini adalah modal penting bagi para pekerja. Bukan sekadar formalitas, tapi bukti bahwa mereka siap bersaing di dunia kerja,” tegas Untung.

 

Ia menjelaskan bahwa program SKK (Sertifikat Konstruksi Kerja) menilai berbagai level keahlian, mulai dari operator, teknisi, pelaksana, hingga pengawas dan tenaga ahli. Meskipun peserta memiliki latar belakang pendidikan minimal Sekolah Dasar, pengalaman kerja menjadi faktor penentu.

 

Pelatihan berlangsung dua hari, dimulai dengan pemberian teori serta praktik dasar. Pada hari kedua, para peserta akan menghadapi uji kompetensi untuk memastikan keterampilan mereka benar-benar memenuhi standar sebelum dinyatakan lulus.

 

Kegiatan ini dipandang sebagai terobosan penting dalam memperkuat kualitas tenaga kerja konstruksi di Palembang. Dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur dan perumahan, tenaga kerja terampil dan tersertifikasi menjadi kebutuhan utama.

 

Melalui upaya ini, Pemerintah Kota Palembang berharap lahir lebih banyak pekerja profesional yang berperan dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan. (Firdaus)

Example 120x600