Dalam kesempatan itu, Syafitri Irwan menyampaikan optimismenya bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) akan mampu melahirkan generasi yang pandai bersyukur, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Menurutnya, konsep KBC merupakan gagasan murni Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang berangkat dari kegelisahan terhadap fenomena sosial dan keagamaan dewasa ini, di mana banyak generasi muda yang mudah tersulut emosi dan kehilangan kendali diri.
“Bapak Menteri Agama ingin menanamkan investasi penting di dunia pendidikan, khususnya madrasah. Beliau ingin anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, penuh kasih, dan peduli, bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam,” ujar Syafitri.
Lebih lanjut, Syafitri menegaskan bahwa nilai cinta dan kasih sayang sebenarnya telah lama menjadi roh pendidikan di madrasah, sehingga penerapan KBC diyakini akan berjalan optimal.
“Saya optimistis KBC akan melahirkan generasi yang pandai bersyukur, menyadari eksistensi Tuhan, dan mencintai sesama. KBC harus diterapkan dan ditularkan secara simultan dan masif agar seluruh anak bangsa memahami bahwa cinta adalah solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha BDK Palembang, H. Mukmin, yang mewakili Kepala BDK Palembang, menjelaskan bahwa Talkshow Begesah merupakan bagian dari kegiatan Training of Fasilitator Kurikulum Berbasis Cinta (ToF KBC). Kegiatan tersebut berlangsung 11–15 November 2025 dan diikuti 60 peserta yang terdiri dari guru, kepala madrasah negeri, pengawas, dan widyaiswara dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Riau.
“Dalam Talkshow Begesah ini, kami menghadirkan sejumlah inspirator Kurikulum Berbasis Cinta, antara lain Kepala Pusat Pengembangan dan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Dr. H. Mastuki, M.Ag, Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. H. Syafitri Irwan, M.Pd.I, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. H. Muhammad Adil, MA, serta perwakilan Komisi Hubungan Antar Agama Keuskupan Agung Palembang Leo Sutrisno,” ungkap Mukmin.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan nilai-nilai spiritualitas, guna mewujudkan generasi bangsa yang cerdas, berakhlak, dan berjiwa cinta kasih. (Firdaus)




















