Example floating
Example floating
Uncategorized

Wakili Praktisi Pendidikan, Andarusni Alfansyur Ambil Peran dalam Forum Global Kebijakan Berbasis Data

109
×

Wakili Praktisi Pendidikan, Andarusni Alfansyur Ambil Peran dalam Forum Global Kebijakan Berbasis Data

Sebarkan artikel ini

Bandung, 3–7 November 2025 — Praktisi pendidikan sekaligus Wakil Kepala Madrasah di MAN 3 Kota Palembang, H. Andarusni Alfansyur, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu peserta terpilih dalam kegiatan internasional bertajuk “Workshop on The Use of Data for Education Policies” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) bekerja sama dengan KIX EMAP (Knowledge and Innovation Exchange – Europe, Middle East and North Africa, Asia and Pacific) di Kota Bandung.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini menghadirkan para ahli pendidikan, peneliti, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa. Workshop ini bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam memahami dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang efektif di bidang pendidikan.

Dalam forum tersebut, Andarusni Alfansyur, yang akrab disapa Aan, aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan penerapan kebijakan berbasis data di lingkungan madrasah dan pendidikan Islam. Menurutnya, kebijakan pendidikan yang berlandaskan data bukan hanya soal pengumpulan informasi, tetapi juga tentang bagaimana data diterjemahkan menjadi arah perubahan yang berpihak pada peserta didik.

“Kebijakan pendidikan yang baik harus berangkat dari data yang akurat dan analisis yang jujur terhadap realitas di lapangan. Data bukan sekadar angka, melainkan potret kondisi yang memerlukan empati, konteks, dan keberanian untuk berubah,” ungkap Aan dalam salah satu sesi diskusi kelompok.

Sebagai Wakil Kepala Madrasah di MAN 3 Palembang, Aan menilai pentingnya membangun budaya literasi data di lingkungan madrasah. Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki kemampuan untuk membaca dan menafsirkan data pembelajaran agar kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran, baik dalam peningkatan mutu, kurikulum, maupun kesejahteraan peserta didik.

“Madrasah harus menjadi pusat inovasi kebijakan berbasis data. Dari ruang-ruang kelas kita bisa menemukan insight berharga yang dapat membentuk kebijakan yang lebih manusiawi dan solutif,” tambahnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PSPK dan KIX EMAP ini juga menjadi ajang pertukaran gagasan dan kolaborasi lintas negara. Peserta diberikan kesempatan untuk mengerjakan studi kasus dan mempresentasikan rancangan kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy), termasuk praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing wilayah.

Melalui keikutsertaan Aan, MAN 3 Palembang menjadi bagian dari gerakan global yang mendorong penerapan kebijakan pendidikan berbasis data dan riset. Keterlibatan ini sekaligus menunjukkan peran aktif madrasah dalam percakapan internasional mengenai peningkatan mutu dan relevansi pendidikan di era digital.

“Saya berharap, apa yang saya pelajari di forum ini bisa saya bagikan kepada rekan guru dan tenaga pendidik di madrasah. Pendidikan kita akan maju jika setiap kebijakan lahir dari pemahaman mendalam terhadap data dan kebutuhan nyata di lapangan,” tutup Aan.

Forum ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun jejaring pengetahuan antarnegara serta memperkuat kolaborasi global dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis data di masa depan. (Firdaus)

 

Example 120x600