PALEMBANG – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 12 di SMKN 1 Palembang terpantau berjalan lancar dan sangat kondusif hingga hari kedua penyelenggaraannya. Plt Kepala SMKN 1 Palembang, Susi Febrianti, M.Kom., menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran ujian ini dan menaruh harapan besar agar hasil asesmen tersebut mampu membuka jalan bagi masa depan para lulusan.
Susi menjelaskan bahwa pencapaian nilai TKA yang optimal tidak hanya penting untuk mendongkrak mutu rapor pendidikan sekolah, tetapi juga sangat krusial sebagai bekal siswa di masa depan. “Bagi peserta didik yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri (PTN), nilai TKA ini bisa dimanfaatkan, termasuk untuk menembus jalur undangan. Sementara bagi mereka yang memilih untuk langsung bekerja, nilai ini juga sering kali dipakai sebagai standar acuan seleksi di berbagai institusi besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ungkap Susi.
Ujian ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 yang berjumlah 481 orang, dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen tanpa ada siswa yang absen karena sakit. Susi menuturkan bahwa kesuksesan pelaksanaan ini tidak lepas dari persiapan matang yang telah difasilitasi sekolah, seperti penyediaan buku-buku referensi di perpustakaan, serta pelaksanaan simulasi dan gladi bersih. “Meski sekolah tidak menggelar tryout khusus dan membebaskan siswa untuk mengikutinya secara mandiri di luar, anak-anak sudah terbiasa dengan sistem ujian berkat simulasi tersebut. Sampai saat ini tidak ada keluhan terkait tingkat kesulitan soal maupun waktu pengerjaan,” tambahnya.
Dari segi teknis, TKA di SMKN 1 Palembang menggunakan sistem murni dalam jaringan (online full). Tim teknisi sekolah memastikan bahwa selama dua hari pelaksanaan, koneksi internet dan jaringan berjalan sangat stabil tanpa hambatan, sehingga jawaban siswa dapat langsung terkirim ke server pusat secara real-time.
Lebih lanjut, Susi menegaskan komitmen SMKN 1 Palembang dalam menjaga integritas dan transparansi ujian. Merespons adanya peringatan dari kementerian terkait potensi kebocoran soal ujian di media sosial yang terjadi di tempat lain, pihaknya menerapkan aturan dan pengawasan ekstra ketat. “Pengawas ruangan kami menggunakan sistem silang dari luar, bukan guru SMKN 1. Selain itu, aturan larangan membawa gawai (gadget) diterapkan dengan disiplin tinggi. Siswa diperiksa sebelum masuk, seluruh tas wajib diletakkan di depan kelas, dan tidak boleh ada telepon seluler di meja ujian,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan moral yang berkelanjutan, Susi juga berpesan kepada seluruh siswanya untuk tetap optimis. Apabila nantinya ada siswa yang belum berhasil mencapai standar nilai yang diharapkan, ia mengimbau agar mereka tidak berkecil hati karena masih banyak kesempatan berjuang melalui jalur-jalur tes mandiri lainnya di masa mendatang. (Fir/Red)


















