PALEMBANG, 2 November 2026 – Menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, SMA Negeri 16 Palembang terus mematangkan kesiapan bagi 315 siswa kelas XII. Persiapan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kematangan akademik siswa, tetapi juga mencakup optimalisasi fasilitas komputer, keandalan jaringan internet, hingga jaminan pasokan listrik guna memastikan ujian berjalan lancar tanpa hambatan.
Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., menegaskan komitmen sekolah dalam memfasilitasi kelancaran ujian ini. “Kami telah melakukan berbagai upaya agar TKA berjalan lancar dan siswa dapat mengikuti ujian dengan maksimal. Persiapan akademik kami lakukan melalui tryout rutin setiap minggu serta pembekalan intensif dari guru mata pelajaran sesuai pilihan masing-masing siswa,” jelas Herman pada Senin (2/11/2026).
Sebagai contoh, siswa yang memilih mata pelajaran Kimia akan mendapatkan pendalaman materi langsung dari guru pengampu Kimia. Sementara itu, untuk mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, pembekalan telah diintegrasikan secara langsung dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehari-hari dan dikaitkan dengan kisi-kisi materi TKA.
Format Baru: Integrasi TKA dan Asesmen Nasional
Pelaksanaan TKA tahun ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika Asesmen Nasional (AN) sebelumnya hanya menggunakan sampel siswa kelas XI, tahun ini seluruh siswa kelas XII wajib mengikuti TKA yang diintegrasikan dengan AN.
Jadwal pelaksanaan terbagi dalam tiga hari:
* Hari Pertama: Siswa mengerjakan ujian Bahasa Indonesia; sekolah mengikuti Survei Karakter.
* Hari Kedua: Siswa mengerjakan ujian Bahasa Inggris; sekolah mengikuti Survei Lingkungan Belajar.
* Hari Ketiga: Siswa mengerjakan ujian Matematika; sekolah mengikuti Asesmen Numerasi.
“Di samping mengukur kemampuan akademik, hasil kegiatan ini juga mencakup survei karakter dan lingkungan belajar, yang akan menjadi bagian penting dari evaluasi pendidikan di sekolah kami,” tambah Herman.
Keandalan Fasilitas dan Sistem Pengawasan Silang
Dari segi logistik, SMA Negeri 16 Palembang memastikan ketersediaan komputer sangat memadai. Mengakomodasi 315 peserta, ujian akan dibagi ke dalam dua gelombang dan tiga sesi agar seluruh siswa dapat difasilitasi dengan baik.
Langkah antisipatif juga telah disiapkan terkait infrastruktur penunjang. Pihak sekolah telah menjalin kerja sama layanan internet khusus dan membuat Nota Kesepahaman (MoU) dengan PLN untuk mencegah terjadinya pemadaman listrik selama masa ujian. “Sejauh ini, koneksi berjalan aman dan tidak ada pemadaman listrik. Namun, antisipasi terhadap gangguan alam yang berskala besar tetap kami siagakan,” tegasnya.
Untuk menjamin integritas pelaksanaan ujian, sekolah juga menerapkan sistem pengawasan silang dengan SMA Negeri 14 Palembang. Guru SMA Negeri 16 akan mengawasi di SMA Negeri 14, dan sebaliknya.
Harapan untuk Masa Depan Siswa dan Reputasi Sekolah
Sebelum memasuki ruang ujian, pihak sekolah secara rutin memberikan motivasi agar siswa mengerjakan soal dengan fokus dan bersungguh-sungguh. Herman berharap hasil TKA ini dapat membuka jalan bagi siswa menuju pendidikan tinggi, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jalur mandiri, maupun sekolah kedinasan.
Di sisi lain, kelancaran dan kesuksesan TKA ini diharapkan mampu menjadi tolok ukur peningkatan prestasi SMA Negeri 16 Palembang di mata publik.
“Prestasi tidak hanya diukur dari jumlah piala, tetapi dari pengakuan dan kepercayaan masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin percaya dan mengatakan, ‘Tahun depan anak saya harus sekolah di SMA Negeri 16 Palembang karena nilai TKA-nya bagus dan banyak yang lulus jalur SNBP’,” tutup Herman. (Fir/Red)


















