Example floating
Example floating
Uncategorized

Pameran Inovasi Produk SMK Sumsel 2026 Resmi Dibuka, Dorong Siswa Lahirkan Karya Solutif

6
×

Pameran Inovasi Produk SMK Sumsel 2026 Resmi Dibuka, Dorong Siswa Lahirkan Karya Solutif

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, 26 Oktober 2026 — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan taringnya dalam melahirkan kreativitas dan inovasi baru. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel secara resmi membuka ajang Lomba dan Pameran Inovasi Produk serta Kreativitas Siswa SMK Provinsi Sumatera Selatan 2026 di Hotel Emilia, Palembang, Senin (26/10).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 28 Oktober 2026 ini mengusung tema “SMK Inovasi, Karya Nyata, dan Solusi Bangsa”. Ajang ini menjadi wadah strategis bagi siswa dari ratusan SMK negeri maupun swasta di Sumsel untuk menampilkan karya unggulan, memperkenalkan produk inovatif, sekaligus mengembangkan gagasan kreatif bernilai guna tinggi.

Ruang Inovasi Tanpa Batas di Tengah Efisiensi

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, dalam sambutannya menegaskan bahwa potensi inovasi di lingkungan pendidikan kejuruan harus terus dipupuk. Dengan melibatkan total 320 SMK baik negeri maupun swasta di Sumsel, peluang untuk melahirkan karya kreatif dinilai sangat terbuka luas.

Mondyaboni menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan penghargaan semata, melainkan sarana unjuk gigi bagi guru dan siswa dalam memperkenalkan hasil karya nyata langsung kepada masyarakat luas. Ia juga mengenang prestasi membanggakan saat Sumsel pernah meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) lewat pameran massal pelajar SMK, yang diharapkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi.

> “Di tengah efisiensi anggaran, kegiatan ini tetap kita laksanakan karena anak-anak membutuhkan wadah untuk menghasilkan karya. Setiap tahun kita harus melahirkan inovasi dan karya baru. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut,” ujar Mondyaboni.

>

Ia turut berpesan kepada para tenaga pendidik untuk aktif mendampingi dan memotivasi siswa agar keberanian bereksperimen tidak berhenti sebatas konsep, melainkan bertransformasi menjadi produk yang aplikatif dan bermanfaat bagi banyak orang.

Menampilkan Empat Bidang Unggulan Utama

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Likwanyu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara komprehensif sebagai sarana pengembangan kompetensi sekaligus promosi karya siswa daerah.

Dalam pameran tahun ini, terdapat empat bidang utama yang ditampilkan oleh para peserta:

* Teknologi Inovasi

* Kuliner

* Kriya Berbasis Teknologi

* Teknologi Digital

Keempat bidang tersebut disiapkan untuk memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi siswa agar keahlian yang mereka pelajari di sekolah selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan dunia industri masa kini.

Dihadiri Jajaran Pejabat Disdik Sumsel

Pembukaan kegiatan prestisius ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, di antaranya Plt. Sekretaris Disdik Sumsel Dra. Poniyem, M.Pd., Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Hj. Ekadiani Hartini, S.Kom., M.Si., Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dr. Utui Tatang Suntani, S.T., M.M., serta para kepala seksi, kepala SMK negeri dan swasta, dan ratusan peserta pelajar.

Melalui penyelenggaraan ajang ini, Disdik Sumsel optimis budaya inovasi di lingkungan SMK akan semakin mengakar. Pendidikan kejuruan diharapkan tidak sekadar melahirkan lulusan yang siap kerja (ready to work), tetapi juga mencetak generasi muda sebagai pencipta produk, pengembang teknologi, dan pembawa solusi nyata bagi pembangunan daerah. (Fir)

Example 120x600
Puluhan Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai Sumbagtim Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp20,56 Miliar Palembang, 28 Oktober 2026 – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki empat fungsi utama dalam menjaga ketahanan nasional, yaitu sebagai Revenue Collector (Pengumpul Pendapatan Negara), Community Protector (Pelindung Masyarakat), Trade Facilitator (Fasilitator Perdagangan), serta Industrial Assistance (Asistensi Industri). Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur (Bea Cukai Sumbagtim) bersama kantor vertikal di bawahnya kembali mencatat kinerja pengawasan yang signifikan melalui 1.573 kali penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, serta 119 penindakan di bidang narkotika. Pada hari ini, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Palembang melaksanakan pemusnahan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp40.332.305.374,00 (Empat puluh miliar tiga ratus tiga puluh dua juta tiga ratus lima ribu tiga ratus tujuh puluh empat rupiah). Barang yang dimusnahkan tersebut berasal dari 229 Surat Bukti Penindakan (SBP) selama periode 2025–2026. Pemusnahan dilaksanakan secara bertahap sejak 26 Oktober 2026 di halaman Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur dan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang. Barang hasil penindakan tersebut didominasi oleh:  * 22.447.700 batang rokok ilegal  * 9.764 botol (6.894.000 mililiter) minuman beralkohol ilegal  * Tembakau iris (114 kg)  * Rokok elektrik (40 mililiter)  * Kain tekstil (258 meter)  * Pakaian bekas (542 pcs) Dari keseluruhan barang yang dimusnahkan, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp20.564.489.468,00 (Dua puluh miliar lima ratus enam puluh empat juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu empat ratus enam puluh delapan rupiah). Capaian ini mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dan industri dalam negeri dari dampak peredaran barang yang tidak memenuhi ketentuan. Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur, Agus Sudarmadi, menegaskan bahwa penindakan dan pemusnahan barang ilegal bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. > “Melalui pengawasan yang konsisten dan sinergi dengan berbagai pihak, kami berkomitmen untuk menekan peredaran barang ilegal, melindungi masyarakat, dan menciptakan iklim usaha yang adil bagi pelaku usaha yang patuh,” ujar Agus. >  Pemusnahan di fasilitas PSEL Kota Palembang juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan barang secara bertanggung jawab. Barang yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan dan tidak dapat dilelang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, sehingga memberikan nilai tambah dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Selain melalui penindakan dan pemusnahan barang ilegal, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur bersama KPPBC TMP B Palembang turut berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui mekanisme Ultimum Remedium. Melalui mekanisme penyelesaian berupa pembayaran denda administrasi ini, penerimaan negara yang berhasil dihimpun mencapai Rp4.501.995.000,00 (Empat miliar lima ratus satu juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Bea Cukai dalam mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus mendorong kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai. Bea Cukai mengajak masyarakat untuk turut mendukung pemberantasan peredaran barang ilegal dengan mematuhi ketentuan kepabeanan dan cukai serta tidak membeli atau mengedarkan barang ilegal. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan perdagangan yang tertib, adil, dan berkelanjutan.
Uncategorized

Palembang, 28 Oktober 2026 – Direktorat Jenderal Bea…