Example floating
Example floating
Uncategorized

SMA Sumsel Gelar Rangkaian Kegiatan Bulan Bahasa untuk Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

8
×

SMA Sumsel Gelar Rangkaian Kegiatan Bulan Bahasa untuk Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — SMA Sumatera Selatan (Sumsel) menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi, kecintaan terhadap bahasa Indonesia, serta penanaman karakter siswa, di samping kewajiban penggunaan bahasa Inggris di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Kurikulum SMA Sumsel, Novianti Islahiah, S.Pd., M.Ed., menjelaskan bahwa berbagai perlombaan dan program khusus disiapkan untuk memeriahkan Bulan Bahasa.

* Perlombaan Literasi Antar Kelas: Sekolah mengadakan lomba membuat tree of literacy atau “pohon literasi”, di mana siswa membuat hiasan pohon dari gulungan buku yang sudah tidak terpakai, lengkap dengan pesan atau makna intisari dari buku yang mereka baca. Perlombaan ini juga melibatkan kompetisi antar kelas.

* Workshop Literasi Bersama Gol A Gong: Rangkaian acara Bulan Bahasa akan dilanjutkan dengan workshop literasi bersama penulis Gol A Gong yang dijadwalkan pada tanggal 6 November.

* Penguatan Bahasa dan Budaya Lokal: Sekolah secara konsisten menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan kebudayaan daerah. Selain mewajibkan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari, sekolah rutin menyanyikan lagu daerah asal Sumsel maupun provinsi lain saat apel sore setiap hari Rabu.

* Penanaman Karakter Melalui Nama Pahlawan: Nama-nama kelas di SMA Sumsel diambil dari nama pahlawan asal Sumatera Selatan, seperti Kelas 11 Bambang Utoyo, agar siswa mengenal dan meneladani biografi serta perjuangan para pahlawan.

Selain kegiatan Bulan Bahasa, SMA Sumsel memiliki program unggulan bernama Kondensasi, yaitu program dasar selama satu setengah tahun untuk membantu siswa baru—yang sebagian besar berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu atau broken home—beradaptasi, belajar mengoperasikan komputer, mendapatkan pendidikan moral (moral education), serta memperkuat dasar bahasa Inggris.

Di bidang tenaga pendidik, sekolah secara rutin mengadakan program pelatihan guru melalui Professional Learning Teachers dan Hari Belajar Guru (HBG) guna meningkatkan kompetensi guru dalam membimbing siswa. Pendampingan ini juga mencakup bimbingan bagi siswa yang wajib melakukan penelitian (riset) selama dua tahun sebagai bagian dari kurikulum sekolah.

Melalui berbagai program tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat terus memperkuat literasi, menjaga kesadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar, serta memiliki karakter yang kuat di tengah era globalisasi. (Fir)

Example 120x600