PALEMBANG, 5 OKTOBER 2026 – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kini turut berdampak pada proses belajar mengajar. Menanggapi kondisi kualitas udara yang memburuk, SMAN 10 Palembang melakukan penyesuaian jam belajar serta mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), khususnya menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan pada akhir Oktober mendatang.
Kepala SMAN 10 Palembang Lili Rahmawati S.Pd., MM, melalui Waka Humas SMAN 10 Palembang Sopiah S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pihak sekolah membatasi kegiatan pembelajaran tatap muka demi menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
“Kalau biasanya masuk pukul 07.00 WIB, sekarang masuknya agak siang dan pulangnya lebih cepat. Sementara untuk jadwal TKA, waktunya menyesuaikan dengan ketentuan pusat sehingga siswa tetap hadir ke sekolah secara terbatas sesuai sesi dan gelombang ujiannya,” ujar Sopiah, Senin (5/10/2026).
Sopiah menjelaskan, bagi siswa yang berada di rumah saat belum mendapat giliran sesi ujian maupun pada hari belajar biasa, proses belajar mengajar dialihkan secara daring (online) melalui platform digital seperti Zoom, Google Meet, serta pemberian lembar kerja siswa. Durasi pembelajaran pun tetap dipertahankan selama 45 menit per jam pelajaran.
Intensifkan Persiapan TKA di Tengah Keterbatasan
Meskipun pembelajaran daring diakui memiliki tantangan dan keterbatasan dibandingkan tatap muka langsung, sekolah memastikan kualitas persiapan TKA tetap terjaga. Pembelajaran daring saat ini difokuskan pada pemantapan materi TKA dan latihan soal-soal resmi dari Kementerian Pendidikan.
Selain fasilitas dari internal sekolah, SMAN 10 Palembang juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga bimbingan belajar (bimbel) untuk menyelenggarakan tryout gratis bagi para siswa.
“Alhamdulillah anak-anak mendapatkan banyak kesempatan mengikuti tryout. Bahkan sejak kelas 11, mereka sudah dibiasakan mengikuti tryout TKA maupun ujian lainnya,” tambah Sopiah.
Untuk memastikan transparansi dan pengawasan kegiatan belajar mandiri dari rumah, pihak sekolah dan guru terus meningkatkan komunikasi intensif dengan orang tua melalui grup komunikasi wali murid. Setiap imbauan terkait jadwal PJJ hingga protokol kesehatan seperti kewajiban penggunaan masker disampaikan secara berkala.
Harapan Siswa dan Sekolah
Di sisi lain, para siswa mengaku kondisi kabut asap akibat karhutla cukup mengganggu kenyamanan dan efektivitas belajar. Amira Syafitri Purnama, siswi kelas XII.3 SMAN 10 Palembang, mengungkapkan harapannya agar bencana asap dapat segera teratasi.
“Akhir-akhir ini terasa kurang efektif karena asap ada di mana-mana. Namun untuk persiapan TKA, insyaallah saya sudah siap karena kisi-kisi dan materinya sudah ada serta didukung bimbingan belajar. Harapannya semoga bisa mendapat nilai TKA yang bagus dan lolos SNBP,” ungkap Amira.
Pihak SMAN 10 Palembang berharap penanganan karhutla oleh pihak terkait dapat segera menuntaskan persoalan kabut asap, sehingga kualitas udara di Palembang kembali membaik dan aktivitas sekolah dapat berlanjut secara normal kembali. (Fir)


















