PALEMBANG — Menanggapi penurunan kualitas udara dan dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir, SMAN 11 Palembang mengambil langkah cepat guna melindungi kesehatan para peserta didik. Pihak sekolah resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa kelas X dan XI, serta mengatur skema khusus bagi siswa kelas XII yang tengah menghadapi agenda penting Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kepala SMAN 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian kegiatan belajar mengajar ini dilakukan secara bertahap dan terukur demi mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah.
“Untuk hari ini, siswa kelas X yang merupakan rombongan belajar siang sudah kami infokan untuk melaksanakan PJJ dari rumah mulai pukul 12.30 WIB sesuai jadwal tatap muka. Sementara untuk kelas XI dan XII, karena sudah terlanjur hadir di sekolah, kegiatan tetap diselesaikan sampai pukul 12.00 WIB sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dibagikan agar tidak mubazir,” ujar Sunandar.
Ia menegaskan bahwa mulai besok, seluruh siswa kelas X dan XI akan dialihkan penuh ke sistem PJJ. Seiring penetapan kebijakan ini, Sunandar menyampaikan imbauan tegas kepada para orang tua atau wali murid.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar betul-betul memantau anak-anaknya di rumah selama PJJ. Pastikan anak tidak berkeliaran di luar rumah mengingat kondisi udara saat ini berbahaya. Jangan sampai dikira libur lalu biarkan anak main ke mana-mana, sementara sekolah berupaya menjaga kesehatan mereka,” tegasnya.
Di sisi lain, bagi peserta didik kelas XII, kegiatan di sekolah tetap berjalan khusus untuk pelaksanaan Gladi TKA secara terbatas dengan pembagian sesi. Langkah ini diambil sebagai persiapan matang menyongsong TKA utama yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November mendatang.
“Gladi TKA ini sifatnya wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas XII untuk kepentingan mereka sendiri, walaupun pelaksanaannya di lapangan tetap normatif dan fleksibel jika ada siswa yang berhalangan sakit. Kami berharap anak-anak kelas XII tetap semangat, menjaga stamina, serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tambah Sunandar.
Kebijakan sekolah ini mendapat tanggapan positif dan dukungan dari pihak Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ketua OSIS SMAN 11 Palembang, Ahmad Rafa Atala (Siswa Kelas XII.3), menilai penyesuaian skema belajar ini sangat tepat di tengah indeks kualitas udara yang makin tidak sehat.
“Masalah kabut asap ini memang butuh perhatian intensif. Jika kita cek skor kualitas udara belakangan ini, kondisinya memang sudah membahayakan. Menurut saya, kebijakan PJJ bagi kelas X dan XI sangat ideal agar pembelajaran tetap aman dan siswa fokus,” kata Rafa.
Mengenai skema Gladi TKA bagi kelas XII, Rafa menyebutkan bahwa pembagian per sesi membuat pelaksanaan tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan di area sekolah.
“Bagi siswa kelas XII yang mendapat jadwal sesi gladi hari itu tetap hadir ke sekolah, sedangkan sesi yang belum masuk bisa mengikuti PJJ di rumah. Kami dari pengurus OSIS juga mengajak teman-teman yang PJJ untuk memanfaatkan waktu belajar dari rumah sebaik-baiknya. Jangan jadikan kondisi cuaca ini sebagai alasan untuk santai atau bermain di luar yang dapat merugikan prestasi akademik kita sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan, meski sempat terkendala oleh penyesuaian jadwal dan kabut asap, persiapan Gladi TKA di SMAN 11 Palembang sejauh ini sudah mencapai 80%. Hal ini tidak lepas dari dedikasi para guru yang tetap mendampingi dan memberikan materi pembelajaran secara optimal. (Fir)


















