Example floating
Example floating
Uncategorized

Kepala SMAN 1 Palembang Dr. Drs. Sugiyono, MM, Raih Gelar Doktor di UIN Raden Fatah dengan IPK 4,0: Buktikan Pendidikan Adalah Proses Sepanjang Hayat

7
×

Kepala SMAN 1 Palembang Dr. Drs. Sugiyono, MM, Raih Gelar Doktor di UIN Raden Fatah dengan IPK 4,0: Buktikan Pendidikan Adalah Proses Sepanjang Hayat

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor atas nama Dr. Drs. Sugiyono, MM, pada Senin (21/9/2026). Sidang akademik yang berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang ini menandai keberhasilan sosok yang kini menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Palembang dalam meraih gelar Doktor dengan prestasi gemilang.

Dalam sidang tersebut, Sugiyono mempresentasikan disertasi berjudul “Evaluasi Implementasi Sekolah Berwawasan Iman dan Takwa Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 6 Palembang.”

Disertasi ini mengkaji secara mendalam integrasi program iman dan takwa (IMTAQ) dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Menggunakan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), penelitian ini menyoroti bagaimana kebijakan Kurikulum Merdeka, kesiapan guru, ketersediaan modul pembelajaran, hingga kerja sama dengan lembaga keagamaan mampu membentuk budaya dan kedisiplinan religius siswa. Hasil uji triangulasi memperkuat kredibilitas temuan bahwa program ini efektif membangun karakter, kompetensi, dan sikap religius peserta didik.

Pendidikan Adalah Proses Sepanjang Hayat

Ditemui di SMA Negeri 1 Palembang, Rabu (30/9/2026), Dr. Sugiyono membagikan perjalanan di balik pencapaian akademisnya. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat (lifelong education) yang tidak mengenal batasan usia maupun waktu.

> “Belajar itu secara universal adalah tidak berbatas waktu. Selama hayat masih di kandung badan, ya itu kewajiban kita untuk belajar. Talabul ilmi minal mahdi ilal lahdi. Orang menuntut ilmu itu mulai dari ayunan atau dalam kandungan sampai ke liang lahat,” ujar Sugiyono.

>

Menempuh studi S3 selama kurang lebih tiga tahun di tengah kesibukannya sebagai Kepala Sekolah dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah perkara instan. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah menjaga keseimbangan (balance) antara tuntutan pekerjaan profesional dan komitmen akademik.

Meski sempat menghadapi hambatan berat—termasuk penundaan sidang terbuka selama lebih dari enam bulan yang sempat menurunkan semangatnya—ia berhasil bangkit berkat dorongan kuat dari promotor, rekan sejawat, dan keluarga tercinta.

“Ada masa ketika semangat sempat down dan berpikir apakah bisa selesai. Tapi berkat dorongan promotor, teman-teman, dan teristimewa keluarga—istri dan anak-anak yang selalu mengingatkan—saya bisa bangkit kembali hingga akhirnya lulus ujian terbuka pada 21 September lalu,” ungkapnya penuh syukur.

Raih IPK Sempurna dan Berpesan untuk Guru Muda

Berkat kerja keras dan ketekunannya, Dr. Sugiyono sukses merampungkan studi doktoralnya dengan catatan prestasi yang membanggakan, yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0 dan nilai akhir gabungan ujian tertutup serta terbuka sebesar 91.

Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi para pendidik dan tenaga kependidikan di Sumatra Selatan, khususnya para guru muda, agar tidak pernah ragu untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ini untuk memotivasi teman-teman pendidik, guru, jangan takut. Jangan takut mengembangkan potensi diri. Doktor itu bukan sekadar titel akademis, melainkan sebuah karya dan jaringan yang insyaallah mendatangkan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup perbincangan, Dr. Sugiyono berpesan bahwa ilmu pengetahuan yang diraih harus bermuara pada satu tujuan utama: pengabdian.

“Ilmu itu adalah alat pengabdian. Jadi, jangan pernah merasa sudah cukup, teruslah berjuang untuk mengabdi dengan ilmu yang kita miliki,” pungkasnya. (Fir)

Example 120x600