Example floating
Example floating
Uncategorized

Kabut Asap Memburuk, Disdik Sumsel Berlakukan PJJ untuk SMA Sederajat di Tiga Daerah

2
×

Kabut Asap Memburuk, Disdik Sumsel Berlakukan PJJ untuk SMA Sederajat di Tiga Daerah

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, 9 September 2026 – Memburuknya kualitas udara akibat dampak kabut asap di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) memicu tindakan responsif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, pemerintah resmi menyesuaikan pola belajar mengajar untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB demi melindungi kesehatan para peserta didik serta tenaga pendidik.

Langkah ini mencakup satuan pendidikan negeri maupun swasta di 17 kabupaten/kota. Penyesuaian sistem pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat pencemaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta kondisi kesehatan siswa di masing-masing daerah, sehingga kebijakan yang diterapkan bersifat fleksibel dan tidak disamaratakan.

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Untuk wilayah dengan tingkat pencemaran udara terberat—yaitu Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan sebagian wilayah Kabupaten Banyuasin—kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah. Kebijakan PJJ ini resmi diberlakukan mulai Rabu, 9 September 2026.

Kepala Disdik Sumsel, Hj. Mondyaboni, SE., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa kualitas udara di tiga daerah tersebut sudah masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan warga sekolah.

“Setiap daerah memiliki kondisi udara yang berbeda. Karena itu, kebijakan tidak bisa disamaratakan. Di Palembang, Ogan Ilir, dan sebagian Banyuasin, ISPU sudah masuk kategori tidak sehat sehingga PJJ menjadi langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan peserta didik,” ujar Mondyaboni.

Kebijakan Wilayah Lain & Ketentuan PJJ Sementara itu, wilayah lain seperti Musi Rawa, Lahat, dan Prabumulih masih memperbolehkan pembelajaran tatap muka untuk SMA/SMK selama indikator kualitas udara masih aman. Namun, khusus untuk jenjang SLB di wilayah tersebut, kegiatan pembelajaran tetap dialihkan ke PJJ karena pertimbangan kerentanan kesehatan siswa berkebutuhan khusus.

Selama periode PJJ, Disdik Sumsel menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk:

  1. Menjaga kualitas pembelajaran sesuai kurikulum dengan memanfaatkan platform digital.
  2. Mengendalikan pemberian tugas agar tidak membebani dan menimbulkan stres pada siswa.
  3. Tetap memberikan pendampingan serta evaluasi secara berkala.

Evaluasi Berkala dan Imbauan untuk Orang Tua Kebijakan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala setiap tiga hari berdasarkan perkembangan data ISPU serta laporan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan pemerintah daerah setempat. Kebijakan dapat disesuaikan sewaktu-waktu—baik kembali ke tatap muka jika udara membaik, maupun memperluas cakupan PJJ jika pencemaran memburuk di daerah lain.

Disdik Sumsel juga mengimbau para orang tua/wali murid untuk membatasi aktivitas anak di luar rumah, memastikan asupan gizi serta istirahat yang cukup, dan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. (Fir)

Example 120x600