PALEMBANG — Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan memantapkan koordinasi lintas sektor melalui briefing pagi sebelum meluncurkan operasi patroli udara dan water bombing (pengeboman air) dari Pos Komando Satgas Sumsel.
Kegiatan koordinasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan bersama Komandan Korem (Danrem) 044/GAPO. Briefing bertujuan menyelaraskan data titik panas (hotspot) terkini, mengevaluasi kesiapan armada udara, serta menentukan skala prioritas wilayah penanganan.
Optimalisasi Strategi Udara dan Evaluasi Lapangan
* Penetapan Sasaran Operasi: Tim gabungan memetakan titik api potensial untuk mengefisiensikan rute patroli udara serta titik penjatuhan air oleh helikopter water bombing.
* Penguatan Sinergi Udara-Darat: Operasi udara difokuskan untuk mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau oleh personel darat.
* Tantangan Operasional: Meski pemadaman udara menjadi andalan untuk area terisolasi, keberhasilannya tetap dipengaruhi oleh dinamika cuaca, kondisi angin, serta ketersediaan sumber air terdekat di lapangan.
Upaya Pencegahan Berkelanjutan
Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan dilakukan secara beriringan antara pemadaman dari udara dan pergerakan tim darat. Selain memadamkan api, Satgas terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi mencegah terjadinya bencana asap. (Fir)



















